Jejak Harimau Sumatra Muncul di Kebun Nanas Lampung Timur

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turun tangan memeriksa tapak kaki harimau Sumatra. (ilustrasi: Kitani.id)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) turun tangan memeriksa tapak kaki harimau Sumatra. (ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Penemuan jejak kaki satwa liar di area perkebunan PT GGP.

Solusi: BKSDA Lampung melakukan rapid analysis dan mitigasi konflik kategori rendah.

Data: Jejak berukuran 13-16 cm ditemukan 350 meter dari TN Way Kambas.

(Kitani.id): Kabar mengejutkan datang dari perkebunan nanas PT Great Giant Pineapple (GGP). Petugas keamanan menemukan jejak kaki besar di tanah Lampung Timur tersebut. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu segera turun tangan memeriksa. Hasilnya, pihak berwenang memastikan itu adalah tapak kaki Harimau Sumatra asli.

Baca Juga  Tak Hanya Kayu, Indonesia Pamer Strategi Hutan Multi Usaha di Wina Austria

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo memberikan penjelasan resmi. Menurut Itno Itoyo, kepastian ini muncul setelah proses rapid analysis selesai. Tim membandingkan foto jejak dengan skala ukuran bungkus rokok di lapangan. “Dari hasil analisis morfologi, jejak ini paling konsisten mengarah pada Harimau Sumatra,” tegasnya, melalui keterangan yang diperoleh, Sabtu (14/2/2026).

Karakteristik Kucing Besar di Lampung Timur

Secara teknis, jejak tersebut menunjukkan empat jari telapak kaki yang tegas. Namun, tidak ada bekas kuku yang tertinggal pada permukaan tanah tersebut. Karakter ini menjadi ciri khas kelompok kucing besar atau keluarga Felidae. Bantalan tengahnya juga tampak besar dengan tiga lekukan pada bagian belakang.

Baca Juga  Program Green Hajj, Ubah Sampah Jadi Kompos dan Wakaf Pohon Produktif

Ukuran jejak ini memang tergolong sangat besar bagi satwa liar biasa. Lebar jejak mencapai 13 hingga 16 sentimeter di area perkebunan nanas. Sementara itu, panjang tapak kaki tersebut berkisar antara 14-18 sentimeter. “Hasil analisis tidak menunjukkan bekas kuku seperti pada kelompok anjing,” tambah Itno.

Lokasi Dekat Habitat Taman Nasional Way Kambas

Selanjutnya, lokasi penemuan ini hanya berjarak 350 meter dari Way Kambas. Wilayah ini memang menjadi habitat asli sekaligus koridor jelajah Harimau Sumatra. Itno Itoyo menilai kemunculan satwa ini merupakan pola perilaku yang wajar. Harimau tersebut mungkin sedang mencari mangsa atau ingin memperluas wilayah teritori.

Baca Juga  Pastikan Telur Higienis, Dinas Peternakan Lampung Audit NKV di Lampung Timur

Meskipun begitu, BKSDA menyatakan tingkat konflik manusia dan satwa masih rendah. Hingga sekarang belum ada laporan kerugian ekonomi atau korban jiwa. Namun, Itno Itoyo tetap meminta warga dan karyawan perusahaan untuk waspada. “Diperlukan identifikasi lanjutan di lapangan untuk mencegah potensi konflik ke depan,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti
Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan
Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia
Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun
Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan
Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 23:24 WIB

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Sabtu, 4 April 2026 - 23:58 WIB

Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:56 WIB

Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:08 WIB

Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB