Sikat Habis Permainan Harga, Mentan Amran Ancam Segel Perusahaan ‘Middleman’ Nakal

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah melakukan penindakan tegas dan mengancam akan menyegel hingga menutup perusahaan yang melanggar Harga Eceran Tertinggi (HET).(Ilustrasi: Kitani.id)

Pemerintah melakukan penindakan tegas dan mengancam akan menyegel hingga menutup perusahaan yang melanggar Harga Eceran Tertinggi (HET).(Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Harga daging ayam dan telur melonjak akibat ulah pedagang perantara (middleman) yang mengambil untung berlebihan.

Solusi: Pemerintah melakukan penindakan tegas dan mengancam akan menyegel hingga menutup perusahaan yang melanggar Harga Eceran Tertinggi (HET).

Data: Pedagang perantara menaikkan harga daging ayam hingga Rp23.000/kg dan telur ayam sebesar Rp8.000/kg di atas harga distributor.

(Kitani.id): Menteri Pertanian Amran Sulaiman akhirnya membongkar biang kerok di balik sempat melonjaknya harga pangan di pasaran.

Ternyata, kenaikan harga daging ayam dan telur bukan berasal dari tingkat peternak atau distributor besar, melainkan ulah para pedagang perantara.

Baca Juga  Dukung Swasembada Pangan, Polres Lampung Timur Tanam Jagung Serentak di Sukadana

Pihak perantara atau middleman ini diketahui menaikkan harga secara sepihak dengan selisih yang sangat tinggi. Praktek ini tentu memberatkan masyarakat dan merugikan skema harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Ulah Pedagang Perantara yang Mencekik Harga

Berdasarkan temuan di lapangan, Amran mengungkapkan bahwa pedagang perantara tersebut mengerek harga daging ayam mencapai Rp23.000 per kilogram. Selain itu, harga telur ayam juga ikut dinaikkan sebesar Rp8.000 per kilogram dari harga yang seharusnya.

Baca Juga  Ekoteologi Islam Jadi Kunci Benahi Kerusakan Hutan dan Lingkungan di Sumatera

“Yang menaikkan ternyata middleman. Daging dia naikkan Rp23.000/kg. Ayam dia naikkan Rp8.000/kg,” jelas Amran saat meninjau Gudang Perum BULOG Kanwil DKI Jakarta & Banten, Rabu (4 Maret 2026).

Padahal, harga dari distributor besar sebenarnya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, karena ada pihak ketiga yang bermain, harga di tingkat konsumen sempat tidak terkendali.

Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Bandel

Merespons kondisi tersebut, Amran memastikan bahwa timnya bergerak cepat untuk menstabilkan kembali harga di pasar. Saat ini, harga daging ayam dan telur diklaim sudah mulai berangsur turun setelah dilakukan intervensi.

Baca Juga  Peran Strategis BRMP dan PPL Jadi Kunci Percepatan Produksi Pangan

“Daging ayam sama telur itu tadi aku sudah beresin,” tegas Amran.

Lebih lanjut, pemerintah tidak akan segan-segan mengambil langkah hukum bagi perusahaan perantara yang sengaja melanggar HET. Amran menegaskan bahwa tindakan tegas berupa penyegelan kantor atau penutupan izin usaha sangat mungkin dilakukan.

“Kami minta segel tutup. Aku yang tanggung jawab. Iya kan bisa ditutup perusahaannya. Ada kan perusahaannya? Kan ada HET, enggak boleh dilanggar,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB