Nekat Alih Fungsi Lahan Sawah di Lampung, Siap-siap Dijerat Denda

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung masuk dalam 12 provinsi prioritas Lahan Sawah Dilindungi (LSD) berdasarkan Perpres No. 4 Tahun 2026.(Ilustrasi: Kitani.id)

Lampung masuk dalam 12 provinsi prioritas Lahan Sawah Dilindungi (LSD) berdasarkan Perpres No. 4 Tahun 2026.(Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Alih fungsi lahan sawah yang kian marak mengancam status Lampung sebagai lumbung pangan nasional.

Solusi: Pemerintah pusat menetapkan denda administrasi melalui PP dan mengambil alih izin tata ruang dari daerah ke pusat.

Data: Lampung masuk dalam 12 provinsi prioritas Lahan Sawah Dilindungi (LSD) berdasarkan Perpres No. 4 Tahun 2026.

(Kitani.id): Kabar penting bagi para pemilik lahan dan pelaku usaha di Lampung. Pemerintah kini tidak akan lagi memberi toleransi bagi siapapun yang nekat mengubah fungsi lahan sawah tanpa izin resmi. Sanksi tegas berupa denda administrasi sudah menanti di depan mata.

Baca Juga  Dongkrak Ekonomi Inklusif, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Pertanian Lampung

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa aturan denda ini sedang disusun dalam bentuk Peraturan Pemerintah. Langkah ini diambil untuk memastikan sawah produktif tetap terjaga sesuai amanat Undang-undang Nomor 41 Tahun 2009.

“Pemerintah menetapkan rancangan peraturan pemerintah tentang denda administrasi bagi mereka yang selama ini melanggar melakukan alih fungsi lahan,” ujar Nusron usai rapat koordinasi di Jakarta, Kamis (12 Maret 2026).

Lampung Jadi Sorotan Nasional

Provinsi Lampung mendapat perhatian serius dalam rapat yang dipimpin Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan tersebut. Lampung resmi ditetapkan masuk dalam peta Lahan Sawah Dilindungi (LSD) bersama 11 provinsi lainnya. Artinya, pengawasan terhadap lahan tani di Lampung akan jauh lebih ketat.

Baca Juga  Target Juni 2026, Puluhan Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Perkuat Ekonomi Warga

Berdasarkan Perpres No. 4 Tahun 2026, pemerintah daerah di Lampung tidak lagi bisa memberikan izin alih fungsi lahan secara mandiri. Keputusan kini ditarik ke pusat guna menghindari penyusutan lahan pertanian yang tak terkendali di daerah strategis.

“Kalau dari daerah ini yang daerah penting itu Sulawesi Selatan sama Lampung ini,” tambah Nusron menekankan posisi penting Lampung bagi ketahanan pangan nasional.

Izin Ketat dan Pengambilalihan Wewenang

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa pengendalian alih fungsi lahan ini nantinya akan diatur langsung melalui Peraturan Menteri ATR/BPN. Jika penataan ruang di daerah tidak kunjung tuntas hingga Juli mendatang, maka pusat akan langsung mengambil alih.

Baca Juga  Produk Pertanian Indonesia Kini Bebas Pajak Masuk ke Amerika Serikat

Pemerintah memang masih memberikan toleransi sekitar 11-13% lahan di luar LSD untuk kepentingan publik. Namun, penggunaan lahan tersebut hanya dibatasi untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) serta fasilitas umum seperti sekolah, jalan, terminal, dan rumah sakit.

“Apabila itu tidak selesai, maka diperlukan percepatan akan diambil alih oleh pusat, Kementerian ATR/BPN untuk kecepatan tata ruang mengenai lahan sawah berkelanjutan itu,” tegas Zulkifli Hasan.(*)

Berita Terkait

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus
Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung
Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa
Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026
Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026
Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas
Hilirisasi Komoditas Jadi Kunci Ekonomi Lampung Tembus 8 Persen
Stok Pangan Aman Jelang Lebaran, Harga Terkendali

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:13 WIB

Menjaga Tradisi Kuliner Leppot, Hidangan Ikonik Lebaran Masyarakat Tanggamus

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:02 WIB

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 1,2 Juta Warga Lampung

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hampers Sayur dan Buah Presiden Prabowo Diklaim Simbol Kemandirian Bangsa

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:37 WIB

Produk Perikanan Nasional Perkuat Jejaring Bisnis di Seafood Expo North America 2026

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:09 WIB

Petani Lampung Perlu Manfaatkan Varietas Padi Adaptif Hadapi Kemarau 2026

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB