Inti Berita:
• Masalah: Potensi pasar beras di Arab Saudi sangat besar namun memerlukan fasilitas penyimpanan lokal untuk menjaga kualitas dan kelancaran distribusi.
• Solusi: Perum Bulog membangun gudang di lahan seluas 2-3 hektare di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi, guna menampung stok ekspor.
• Data: Target kapasitas gudang minimal 1.000 ton untuk mendukung ekspor 2.280 ton beras Indonesia pada tahun ini.
(Kitani.id): Langkah besar diambil Perum Bulog untuk memperluas jangkauan pasar beras Indonesia hingga ke Tanah Suci. Perusahaan negara ini berencana membangun fasilitas gudang penyimpanan di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi izin dari Kementerian Haji Arab Saudi untuk penggunaan lahan tersebut.
Pembangunan ini menjadi infrastruktur penting agar beras asal Indonesia tetap terjaga mutunya sebelum dikonsumsi oleh jemaah dan petugas haji.
Persiapan Lahan dan Kapasitas Gudang
Saat ini, proses pembangunan sedang memasuki tahap persiapan lahan seluas sekitar 2-3 hektare di lokasi strategis tersebut. Pemerintah berharap proses administratif segera rampung agar pembangunan fisik gudang bisa langsung dikebut.
Rizal menargetkan minimal satu gudang mampu menampung kapasitas sekitar 1.000 ton beras dalam sekali penyimpanan. Upaya percepatan terus dilakukan agar fasilitas ini bisa segera beroperasi guna mendukung distribusi logistik pangan bagi warga negara Indonesia di sana.
“Lebih cepat lebih bagus. Sesegera mungkin. Ya, minimal seribu ton satu gudang ya,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani saat memberikan keterangan di Jakarta, Senin (23 Februari 2026).
Selain untuk keperluan haji, gudang ini akan menjadi pusat distribusi bagi produk beras Indonesia yang masuk ke pasar ritel Arab Saudi. Koordinasi dengan otoritas setempat terus diperkuat agar standarisasi fasilitas memenuhi regulasi internasional yang berlaku.
Bidik Ritel Modern dan Jemaah Umrah
Potensi ekspor ke Arab Saudi tidak hanya menyasar kebutuhan jemaah haji, tetapi juga merambah sektor ritel modern. Jaringan supermarket besar seperti BinDawood dan Lulu telah mengonfirmasi minat mereka untuk menyerap beras Indonesia dalam waktu dekat.
Besarnya jumlah jemaah umrah Indonesia yang mencapai hampir 2 juta orang per tahun menjadi peluang pasar yang sangat menggiurkan. Produk beras Indonesia dinilai memiliki peminat tinggi karena cita rasa yang sudah akrab dengan lidah masyarakat Nusantara di perantauan.
Untuk tahun 2026, Indonesia menjadwalkan pengiriman sebanyak 2.280 ton beras ke Arab Saudi yang dikhususkan bagi jemaah dan petugas haji. Pengiriman perdana direncanakan mulai dilakukan pada 28 Februari dan 4 Maret mendatang untuk memastikan stok tersedia saat petugas haji tiba lebih awal.
Dengan adanya fasilitas gudang mandiri, Bulog optimistis ekspor beras nasional akan terus meningkat dan memberikan dampak ekonomi positif bagi para petani di tanah air.(*)








