Garap Pasar Arab Saudi, Bulog Bangun Gudang Beras di Kampung Haji

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perum Bulog membangun gudang di lahan seluas 2-3 hektare di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi, guna menampung stok ekspor. (Ilustrasi: Kitani.id)

Perum Bulog membangun gudang di lahan seluas 2-3 hektare di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi, guna menampung stok ekspor. (Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Potensi pasar beras di Arab Saudi sangat besar namun memerlukan fasilitas penyimpanan lokal untuk menjaga kualitas dan kelancaran distribusi.

Solusi: Perum Bulog membangun gudang di lahan seluas 2-3 hektare di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi, guna menampung stok ekspor.

Data: Target kapasitas gudang minimal 1.000 ton untuk mendukung ekspor 2.280 ton beras Indonesia pada tahun ini.

(Kitani.id): Langkah besar diambil Perum Bulog untuk memperluas jangkauan pasar beras Indonesia hingga ke Tanah Suci. Perusahaan negara ini berencana membangun fasilitas gudang penyimpanan di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi izin dari Kementerian Haji Arab Saudi untuk penggunaan lahan tersebut.

Baca Juga  Strategi BRIN Tingkatkan Panen Sayur, Inovasi Pupuk Hayati Hemat Biaya

Pembangunan ini menjadi infrastruktur penting agar beras asal Indonesia tetap terjaga mutunya sebelum dikonsumsi oleh jemaah dan petugas haji.

Persiapan Lahan dan Kapasitas Gudang

Saat ini, proses pembangunan sedang memasuki tahap persiapan lahan seluas sekitar 2-3 hektare di lokasi strategis tersebut. Pemerintah berharap proses administratif segera rampung agar pembangunan fisik gudang bisa langsung dikebut.

Rizal menargetkan minimal satu gudang mampu menampung kapasitas sekitar 1.000 ton beras dalam sekali penyimpanan. Upaya percepatan terus dilakukan agar fasilitas ini bisa segera beroperasi guna mendukung distribusi logistik pangan bagi warga negara Indonesia di sana.

“Lebih cepat lebih bagus. Sesegera mungkin. Ya, minimal seribu ton satu gudang ya,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani saat memberikan keterangan di Jakarta, Senin (23 Februari 2026).

Baca Juga  Dian Sastro Terobsesi Berkebun Cari Ketenangan di Desa

Selain untuk keperluan haji, gudang ini akan menjadi pusat distribusi bagi produk beras Indonesia yang masuk ke pasar ritel Arab Saudi. Koordinasi dengan otoritas setempat terus diperkuat agar standarisasi fasilitas memenuhi regulasi internasional yang berlaku.

Bidik Ritel Modern dan Jemaah Umrah

Potensi ekspor ke Arab Saudi tidak hanya menyasar kebutuhan jemaah haji, tetapi juga merambah sektor ritel modern. Jaringan supermarket besar seperti BinDawood dan Lulu telah mengonfirmasi minat mereka untuk menyerap beras Indonesia dalam waktu dekat.

Besarnya jumlah jemaah umrah Indonesia yang mencapai hampir 2 juta orang per tahun menjadi peluang pasar yang sangat menggiurkan. Produk beras Indonesia dinilai memiliki peminat tinggi karena cita rasa yang sudah akrab dengan lidah masyarakat Nusantara di perantauan.

Baca Juga  Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Untuk tahun 2026, Indonesia menjadwalkan pengiriman sebanyak 2.280 ton beras ke Arab Saudi yang dikhususkan bagi jemaah dan petugas haji. Pengiriman perdana direncanakan mulai dilakukan pada 28 Februari dan 4 Maret mendatang untuk memastikan stok tersedia saat petugas haji tiba lebih awal.

Dengan adanya fasilitas gudang mandiri, Bulog optimistis ekspor beras nasional akan terus meningkat dan memberikan dampak ekonomi positif bagi para petani di tanah air.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB