(Kitani.id): Kementerian Pertanian memperkuat pengawasan terhadap produk kesehatan ternak di tanah air. Upaya ini dilakukan melalui penguatan sistem verifikasi vaksin hewan untuk memastikan setiap dosis yang beredar memiliki kualitas tinggi.
Standarisasi yang ketat menjadi kunci utama dalam melindungi aset peternak dari ancaman wabah penyakit menular.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam forum internasional di Bangkok, Thailand, yang mempertemukan para ahli kesehatan hewan se-Asia.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia berperan aktif menyusun standar keamanan vaksin, khususnya untuk menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pemerintah ingin menjamin bahwa vaksin tidak hanya tersedia, tetapi juga ampuh menekan angka kematian ternak.
Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Hendra Wibawa, menjelaskan bahwa kualitas produk biologis ini merupakan variabel penentu keberhasilan pengendalian penyakit. Pemilihan jenis vaksin harus disesuaikan dengan kondisi lapangan serta jenis virus yang sedang beredar.
“Pemilihan vaksin tidak bisa sembarangan. Harus dipastikan aman, efektif, dan sesuai dengan strain virus yang ada. Ini menjadi dasar agar vaksinasi memberikan perlindungan optimal,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25 Maret 2026).
Pengawasan Mutu dan Stabilitas Vaksin
Pemerintah saat ini terus meningkatkan evaluasi terhadap masa simpan dan stabilitas produk sebelum didistribusikan ke tingkat peternak. Laboratorium khusus seperti Pusvetma Surabaya dan BBPMSOH Gunung Sindur dilibatkan penuh untuk menguji efektivitas vaksin terhadap mutasi virus terbaru.
Delegasi Indonesia juga mengusulkan pembentukan jaringan laboratorium pakar di tingkat ASEAN. Kerjasama ini bertujuan menyusun protokol verifikasi yang seragam bagi seluruh negara anggota.
Dengan adanya standar yang sama, evaluasi vaksin dapat lebih akurat menyesuaikan dengan kondisi peternakan di masing-masing wilayah.
Bagi peternak rakyat, sistem verifikasi vaksin hewan yang kuat berdampak langsung pada penurunan kerugian ekonomi.
Risiko kegagalan produksi akibat serangan penyakit dapat diminimalisir secara signifikan. Hal ini sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kualitas daging dan produk ternak domestik.
Menjaga Keberlanjutan Usaha Peternak
Melalui rekomendasi teknis dari forum internasional tersebut, pemerintah optimis pengendalian PMK akan berjalan lebih sistematis. Kepastian mutu vaksin memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha peternakan dalam menjalankan aktivitas produksinya.
Keberlanjutan sektor peternakan sangat bergantung pada ketangguhan sistem kesehatan hewan nasional. Dengan verifikasi yang transparan dan berbasis sains, ancaman wabah yang fluktuatif diharapkan tidak lagi menjadi penghambat kemajuan ekonomi desa. Pemerintah menjamin bahwa perlindungan ternak tetap menjadi prioritas strategis dalam mendukung kedaulatan pangan.(*)








