Inti Berita
Masalah: Menunggu penugasan resmi pemerintah untuk program pangan tahun 2026.
Solusi: Memaksimalkan serapan gabah petani lokal dan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Data: Serapan beras 2025 mencapai 202 ribu ton (130% dari target) dan stok CBP saat ini 168 ribu ton.
(Kitani. id) : Perum Bulog Kantor Wilayah Lampung mengukir prestasi gemilang sepanjang tahun 2025. Perusahaan negara ini berhasil menyerap beras petani lokal jauh di atas target yang ditetapkan.
Keberhasilan ini menjadi kabar baik bagi kesejahteraan petani di Bumi Ruwa Jurai. Pasalnya, serapan yang tinggi menunjukkan penyerapan hasil panen di tingkat bawah berjalan sangat maksimal.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Lampung, Rindo Saputra, menjelaskan realisasi serapan mencapai 202 ribu ton setara beras. Angka ini setara dengan 130 persen dari target awal pusat yang hanya 155 ribu ton.
“Serapan ini berasal dari petani, gapoktan, hingga mitra kami di seluruh Lampung,” ujar Rindo pada Selasa (20/1/2026). Selain beras, Bulog Lampung juga sukses menyerap 19 ribu ton jagung pipil petani.
Capaian jagung ini menempatkan Lampung di posisi kedua tertinggi secara nasional. Hal ini membuktikan potensi pangan Lampung tetap menjadi pilar utama bagi stok pangan di Indonesia.
Penyaluran Bantuan Pangan Tuntas
Tak hanya jago dalam menyerap hasil panen, Bulog Lampung juga sigap menyalurkan bantuan. Sepanjang 2025, bantuan pangan tahap pertama dan kedua telah tersalurkan 100 persen kepada masyarakat.
Pada tahap kedua di bulan Oktober-November, sebanyak 14.409 ton beras dibagikan. Selain beras, masyarakat juga menerima bantuan minyak goreng sebanyak 4 liter untuk dua kali alokasi.
Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pun terus berjalan untuk menjaga harga di pasar. Hingga akhir 2025, sebanyak 17.652 ton beras SPHP telah membanjiri pasar-pasar tradisional di Lampung.
Kabar baik berikutnya, stok pangan untuk warga Lampung dipastikan aman terkendali. Saat ini, Bulog Lampung mengelola 168 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang-gudang mereka.
Stok ini siap dikeluarkan kapan saja untuk keadaan darurat maupun operasi pasar. Program SPHP sendiri masih diperpanjang hingga tanggal 31 Januari 2026 mendatang.
Untuk tahun 2026, Rindo mengaku masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat. “Kami menunggu penugasan resmi agar bisa kembali fokus menyerap hasil panen petani Lampung,” pungkasnya.(*)








