Inti Berita:
• Masalah: Risiko penyakit strategis yang dapat menurunkan produktivitas dan keamanan bibit ternak sapi.
• Solusi: Pengambilan dan pengujian sampel kesehatan pada 24 ekor sapi oleh BIBD dan Balai Veteriner Lampung.
• Data: Pemeriksaan mencakup 13 jenis penyakit untuk memenuhi standar SNI produksi straw (mani beku).
(Kitani.id): UPTD Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Provinsi Lampung memperketat pengawasan kesehatan ternak sapi mereka. Bekerja sama dengan Balai Veteriner (BVet) Lampung, tim ahli melakukan pengambilan sampel kesehatan secara menyeluruh.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan UPTD BIBD Lampung ini merupakan langkah rutin dalam pengendalian penyakit hewan strategis. Sebanyak 24 ekor sapi pejantan dipilih sebagai sampel untuk menjalani serangkaian uji laboratorium.
“Kami memeriksa sapi-sapi ini terhadap 13 jenis penyakit yang berpotensi memengaruhi produktivitas bibit,” ujar tim teknis di lokasi. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjamin mutu bibit yang dihasilkan bagi para peternak.
Penuhi Standar SNI Mani Beku
Pengujian ini mencakup pengambilan sampel darah, serum, dan materi biologis lainnya sesuai standar teknis. Seluruh sampel tersebut kemudian dibawa ke Balai Veteriner Lampung untuk diuji menggunakan metode yang telah terakreditasi.
Supiyandi M.S. selaku Kepala UPTD BIBD Provinsi Lampung menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen nyata lembaganya. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga status kesehatan ternak agar tetap berada pada level tertinggi.
“Ini merupakan bagian dari pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produksi bibit dan straw mani beku,” kata Supiyandi, Selasa (3 Februari 2026). Dengan status kesehatan yang terjamin, kualitas semen beku yang didistribusikan ke peternak akan selalu terjaga.
Deteksi Dini Penyakit Menular
Pihak Balai Veteriner Lampung juga menyatakan bahwa sinergi ini bertujuan untuk mendeteksi dini keberadaan penyakit menular. Melalui deteksi cepat, penyebaran penyakit hewan menular dapat dicegah sedini mungkin agar tidak meluas.
Program ini mendukung penuh terwujudnya peternakan yang sehat, aman, dan berkelanjutan di wilayah Lampung. Keamanan produk perbibitan menjadi prioritas utama untuk melindungi investasi para peternak lokal di pedesaan.
Adanya kolaborasi antara BIBD dan Balai Veteriner diharapkan mampu meningkatkan produksi peternakan daerah secara signifikan. Kualitas bibit unggul dari Lampung pun dapat bersaing di tingkat nasional berkat pengawasan kesehatan yang ketat.(*)








