Produktivitas Lada Lampung Merosot Tajam, Begini Solusi Kembalikan Kejayaan Rempah Bumi Ruwa Jurai

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produktivitas lada Lampung anjlok dari 2 ton menjadi hanya 500–700 kg per hektare akibat tanaman tua dan hama.

Produktivitas lada Lampung anjlok dari 2 ton menjadi hanya 500–700 kg per hektare akibat tanaman tua dan hama.

Inti Berita:

Masalah: Produktivitas lada Lampung anjlok dari 2 ton menjadi hanya 500–700 kg per hektare akibat tanaman tua dan hama.

Solusi: Peremajaan bibit unggul, penerapan teknologi budidaya modern, pemupukan terukur, dan pengairan optimal.

Data: Luas lahan lada Lampung mencapai 46 ribu hektare dengan total produksi sekitar 16 ribu ton per tahun.

(Kitani.id): Lada hitam Lampung merupakan bumbu utama dunia yang menjadi kebanggaan kita semua. Namun, saat ini kondisi tanaman lada di tanah Lampung sedang tidak baik-baik saja. Luas lahan mencapai 46 ribu hektare, tetapi hasilnya belum maksimal bagi petani.

Baca Juga  Cegah Krisis Pangan di Lampung, Petani Harus Mulai Mandiri Pupuk Organik

Data menunjukkan produksi lada Lampung hanya sekitar 16 ribu ton per tahun. Angka ini sangat rendah jika dibandingkan dengan potensi asli lahan subur Lampung. Padahal, lada berpotensi sebagai sumber devisa utama

Tantangan Berat Petani Lada Lampung

Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Kementan, Kuntoro Boga, mengungkapkan fakta yang cukup memprihatinkan. Dalam tiga dekade, produktivitas lada Lampung menurun drastis dari 2 ton menjadi 700 kg. Penurunan ini terjadi karena banyak kebun sudah tua dan kurang pemeliharaan intensif.

Baca Juga  Sistem Pagar Kopi Robusta Lampung, Produksi Melejit 4 Ton Per Hektare

“Rata-rata produktivitas lada Indonesia saat ini hanya sekitar 700–800 kg per hektare,” ujar Kuntoro Boga, seperti dilansir Kompas. Angka ini tertinggal jauh dari Vietnam yang mampu menembus 2,6 ton. Selain hama, minimnya minat generasi muda menjadi ancaman nyata bagi keberlanjutan sektor ini.

Strategi Modernisasi dan Peremajaan Kebun

Penerapan teknologi budidaya modern menjadi kunci utama untuk mendongkrak hasil panen kita. Petani lada Lampung perlu mulai beralih menggunakan bibit unggul yang tahan penyakit. Secara teoritis, varietas unggul ini mampu menghasilkan hingga 4 ton per hektare.

Baca Juga  Strategi Gubernur Mirza Bangun Ekosistem Ekonomi Desa, Jagung dan Pakan Ternak Jadi Kunci

Selain itu, sistem pengairan yang optimal dan pemupukan terukur harus segera diterapkan. Jika pola lama tetap bertahan, posisi tawar petani akan terus melemah di pasar. Mari kita rawat kembali kejayaan rempah Lampung agar tidak kalah bersaing.(*)

Berita Terkait

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor
Hilirisasi Perkebunan, Strategi Kementan Dongkrak Nilai Tambah Tujuh Komoditas Unggulan
Abdul Roni Angkat: Pacu Hilirisasi Perkebunan Lewat Penguatan Ekosistem Hulu-Hilir
Tren Harga Kakao Dunia Meningkat
Hibah Rp10 Triliun Guyur Kebun Kelapa Rakyat, Petani Lampung Bersiap Replanting
Kementan Percepat Hilirisasi Kelapa Sawit untuk Perkuat Ekonomi Nasional
Cokelat Varietas BL50 Raih Silver Award 2025, Kakao Indonesia Mendunia
Hilirisasi Kelapa Sawit, Dimulai dari Perbaikan Kebun Petani

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 20:04 WIB

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 16 Maret 2026 - 22:38 WIB

Hilirisasi Perkebunan, Strategi Kementan Dongkrak Nilai Tambah Tujuh Komoditas Unggulan

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:52 WIB

Abdul Roni Angkat: Pacu Hilirisasi Perkebunan Lewat Penguatan Ekosistem Hulu-Hilir

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:06 WIB

Tren Harga Kakao Dunia Meningkat

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:08 WIB

Hibah Rp10 Triliun Guyur Kebun Kelapa Rakyat, Petani Lampung Bersiap Replanting

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB