(Kitani.id): Perubahan iklim ekstrem dan dinamika global kini menjadi ancaman nyata bagi ketersediaan pangan di meja makan kita. Fenomena El Nino yang memicu penguapan tinggi di pesisir berisiko merusak ekosistem laut serta memicu wabah penyakit pada ikan budidaya, yang berujung pada ancaman krisis protein hewani.
Menghadapi tantangan ini, pemerintah bergerak cepat memantau stabilitas pangan melalui data yang akurat. Tercatat, angka Produksi Ikan Nasional 2026 periode April-Desember diproyeksikan menyentuh 10,57 juta ton, hasil kolaborasi dari sektor tangkap sebanyak 5,42 juta ton dan sektor budidaya sebesar 5,15 juta ton.
Jamin Ketersediaan Protein
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau ketat pergerakan komoditas perikanan di lapangan. Fokus utama saat ini adalah memastikan masyarakat tetap mudah mendapatkan protein hewani yang berkualitas.
“KKP berkomitmen penuh untuk memastikan ketersediaan protein masyarakat terpenuhi dengan baik, terutama dalam menghadapi dampak geopolitik global dan dinamika iklim,” ujar Trenggono dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7 April 2026).
Penguatan Logistik dan Budidaya
Guna memitigasi dampak buruk lingkungan, KKP mendorong penggunaan teknologi budidaya yang lebih ramah lingkungan serta peningkatan kualitas pakan.
Langkah ini diperkuat dengan pengawasan sistem rantai dingin agar kesegaran ikan tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.
Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, turut mengingatkan pentingnya ketersediaan BBM bagi nelayan dan sarana prasarana pendukung lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga sektor perikanan tetap menjadi pilar tangguh dalam menopang ketahanan pangan nasional di masa depan.(*)








