Waspada Lonjakan Harga Cabai dan Ayam, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Lampung beri perhatian serius terhadap tren kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran. (Foto: ist)

Pemprov Lampung beri perhatian serius terhadap tren kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Harga cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras mulai merangkak naik di ratusan kabupaten/kota secara nasional.

Solusi: Kemendagri memerintahkan TPID dan dinas terkait untuk turun ke lapangan setiap hari guna mengecek stok serta menindak pedagang yang memainkan harga.

Data: Sebanyak 230 kabupaten/kota mengalami peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ketiga Februari 2026.

(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung memberikan perhatian serius terhadap tren kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran. Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Ekubang, Bani Ispriyanto, mengikuti koordinasi intensif guna memantau pergerakan harga komoditas strategis.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat Lampung tidak terbebani oleh lonjakan harga yang tidak wajar, terutama pada komoditas cabai dan produk peternakan.

Baca Juga  Batin Wulan Berbagi Kasih di Tubaba dan Tulang Bawang, Ratusan Paket Sembako Disalurkan

Pemerintah daerah diminta untuk aktif berkomunikasi dengan para pemasok utama agar stabilitas harga tetap terjaga di tingkat konsumen.

Stok Pangan Aman, Jangan Mainkan Harga

Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan bahwa ketersediaan stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat mencukupi. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi para pelaku usaha untuk menaikkan harga secara berlebihan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas bagi siapa saja yang terbukti mempermainkan harga di tengah kondisi stok yang melimpah. Pengawasan harian di pasar-pasar tradisional menjadi kunci utama dalam meredam anomali harga yang sering muncul tiba-tiba.

“Stok lebih dari cukup, tidak ada alasan untuk menaikkan harga yang keterlaluan. Tegakkan hukum itu dan saya minta turun setiap hari,” ujar Tomsi Tohir dalam rapat koordinasi daring, Senin (23 Februari 2026).

Baca Juga  Strategi Gubernur Mirza Bangun Ekosistem Ekonomi Desa, Jagung dan Pakan Ternak Jadi Kunci

Pemerintah mencurigai adanya permainan pedagang lokal jika suatu daerah mengalami kenaikan harga sendirian sementara wilayah tetangganya tetap stabil. Kondisi ini menuntut peran aktif Dinas Peternakan dan instansi terkait di Lampung untuk mencari penyebab pasti setiap ada gejolak harga.

Komoditas Cabai dan Ayam Ras Jadi Pemicu Inflasi

Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa cabai rawit menjadi penyumbang kenaikan harga paling tajam secara nasional. Sebanyak 59,44 persen wilayah di Indonesia terdampak oleh lonjakan harga komoditas pedas tersebut.

Selain cabai, harga daging ayam ras, daging sapi, dan telur ayam ras juga tercatat memberikan tekanan besar terhadap inflasi di berbagai daerah. Peningkatan jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH dari 199 menjadi 230 wilayah menjadi sinyal waspada bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga  Target Juni 2026, Puluhan Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Perkuat Ekonomi Warga

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan melakukan konsolidasi internal guna menekan angka inflasi daerah. Fokus utama saat ini adalah memastikan jalur distribusi pangan tetap lancar dan tidak ada hambatan yang berarti.

Dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi lintas sektor yang solid, diharapkan daya beli masyarakat Lampung tetap terjaga. Sinergi antara pemerintah dan para pelaku usaha tani menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Bumi Ruwa Jurai.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB