(Kitani.id): Langkah sigap diambil Pemerintah Provinsi Lampung untuk menjamin kesehatan hewan kurban di Bumi Ruwa Jurai. Upaya pencegahan persebaran virus dilakukan secara masif guna mengantisipasi ancaman PMK jelang Idul Adha 2026.
Fokus utama petugas saat ini adalah menyisir ternak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap di berbagai wilayah sentra.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Lili Mawarti, menegaskan bahwa edukasi kepada peternak menjadi kunci keberhasilan pengendalian penyakit ini. Menurut pengamatannya, mayoritas ternak yang terjangkit merupakan hewan yang terlewat jadwal vaksinasi ulangnya.
“Oleh karena itu kami turun lagi melakukan sosialisasi dan edukasi agar peternak segera melakukan vaksinasi ulang tersebut,” ujarnya di Bandarlampung, Rabu (1 April 2026).
Lili juga memastikan bahwa stok obat-obatan seperti antibiotik, analgesik, hingga disinfektan dari Kementan RI sudah siap didistribusikan bersamaan dengan vaksin tahap kedua pada awal April ini.
Selain vaksinasi, pembatasan lalu lintas ternak dari wilayah tertular serta peningkatan imunitas menjadi strategi tambahan. Khusus untuk wilayah Lampung Timur, pemerintah mengalokasikan total 40.000 dosis vaksin untuk tahun 2026 demi meredam laporan kejadian di lapangan.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga posisi Lampung sebagai lumbung ternak nasional yang aman dan produktif.(*)

Sarjana Pertanian yang menggeluti jurnalistik sejak 1999, pemilik suratkabar & portal berita, penulis fiksi & nonfiksi, pegiat literasi digital, Ketua AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) wilayah Lampung.







