Inti Berita:
• Masalah: Adanya risiko ketidaktepatan sasaran dan praktik pungutan liar (fee) dalam penyaluran bantuan serta alat mesin pertanian.
• Solusi: Pengetatan integritas pejabat, sanksi pemecatan bagi pelanggar, serta pemberdayaan PPL sebagai garda terdepan di pelosok.
• Data: Pelantikan 54 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama untuk mempercepat program swasembada pangan dan ekspor beras.
(Kitani.id): Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan seluruh jajarannya agar menjaga integritas. Hal ini bertujuan agar penyaluran bantuan pertanian selalu tepat sasaran dan transparan. Selain itu, bantuan tersebut harus benar-benar mendukung peningkatan produksi serta kesejahteraan petani di daerah.
“Tidak boleh ada jual beli bantuan, tidak boleh ada fee. Kalau ada yang melanggar, saya pastikan diberhentikan. Cari petani yang paling membutuhkan, sampai ke pelosok,” tegas Amran saat melantik pejabat baru di Jakarta, akhir pekan lalu.
Selanjutnya, Amran juga menekankan pentingnya memastikan alat dan mesin pertanian tepat sasaran. Ia meminta jajarannya mengawasi harga pupuk agar sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, laporan harian Luas Tambah Tanam (LTT) harus dievaluasi secara disiplin setiap waktu.
Target Swasembada dan Ekspor Beras Nasional
Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) kini menjadi perhatian utama sebagai pasukan terdepan pemerintah. “PPL adalah pasukan terdepan kita. Pimpin, bina, dan berdayakan mereka. Sampaikan capaian, inovasi, dan kebijakan kepada petani,” ujar Amran di hadapan para pejabat.
Indonesia saat ini sedang mengejar capaian besar dalam sektor pangan nasional. Untuk pertama kalinya, Indonesia mampu mencatatkan lompatan kinerja pertanian yang cukup signifikan. Hal ini termasuk perbaikan tata kelola keuangan serta peningkatan produksi yang berdampak pada stabilitas harga pangan dunia.
Ke depan, Kementerian Pertanian menargetkan capaian yang lebih ambisius bagi petani. Target tersebut meliputi ekspor beras hingga swasembada gula putih tanpa impor. “Amanah ini untuk negara, untuk petani, dan untuk Republik yang kita cintai,” kata Amran menutup sambutannya.(*)








