Pupuk Indonesia Jamin Stok Nasional Aman, Petani Lampung Makin Mudah Dapat Pupuk Murah

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapasitas produksi PT Pupuk Indonesia mencapai 14,8 juta ton per tahun dengan potensi ekspor 1,5 hingga 2 juta ton setelah kebutuhan petani dalam negeri terpenuhi.(foto: ist)

Kapasitas produksi PT Pupuk Indonesia mencapai 14,8 juta ton per tahun dengan potensi ekspor 1,5 hingga 2 juta ton setelah kebutuhan petani dalam negeri terpenuhi.(foto: ist)

(Kitani.id): Kabar baik bagi kawan-kawan petani di Lampung. Di tengah carut-marut pasokan pupuk dunia, PT Pupuk Indonesia (Persero) justru semakin memperkokoh posisinya untuk menjaga sawah kita tetap hijau.

Perusahaan pelat merah ini berkomitmen mendahulukan kebutuhan dalam negeri sebelum melirik pasar ekspor. Langkah ini menjadi angin segar demi menjaga ketahanan pangan nasional kita.

Agar produksi tetap lancar, Pupuk Indonesia berencana melakukan revitalisasi pada tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan. Transformasi ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan upaya meningkatkan efisiensi agar distribusi ke daerah-daerah tidak lagi terhambat.

Baca Juga  Polri di Lampung Tanam Jagung Serentak, Target Lahan Tembus 103 Persen

Apalagi, kini sistem distribusi makin efektif berkat dukungan regulasi terbaru dari pemerintah. Kabar yang paling terasa di dompet petani adalah penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20% sejak tahun lalu.

Kebijakan ini terbukti manjur. Pada kuartal I 2026, penyerapan pupuk bersubsidi tercatat melonjak hingga 31%. Hal ini menandakan bahwa pupuk kini lebih mudah diakses dan terjangkau bagi para pejuang pangan di lapangan.

Baca Juga  Lada, Antara Nostalgia dan Produksi Yang Tidak Berdaya

Prioritas Utama Untuk Petani Domestik

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan bahwa pasokan untuk petani adalah harga mati. Meskipun Indonesia punya kapasitas produksi urea mencapai 9,4 juta ton, ekspor hanya akan dilakukan jika stok di gudang-gudang daerah sudah benar-benar melimpah.

“Setelah kebutuhan domestik terpenuhi, terdapat potensi ekspor sekitar 1,5 hingga 2 juta ton untuk mendukung stabilitas pasar global,” ungkap Rahmad, Senin (6 April 2026).

Baca Juga  Nekat Alih Fungsi Lahan Sawah di Lampung, Siap-siap Dijerat Denda

Senada dengan hal itu, Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Sudaryono, menilai kekuatan industri ini adalah modal besar bagi bangsa. Melalui tema “Transform, Sustain, Empower” di usia ke-14, Pupuk Indonesia ingin memastikan petani tidak lagi kesulitan mencari sarana produksi.

Dengan sistem pembayaran subsidi yang lebih cepat di muka, perusahaan kini memiliki ruang gerak lebih luas untuk mengamankan bahan baku demi musim tanam yang sukses.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB