Strategi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Jadi Pemasok Makan Bergizi Gratis

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhut mendorong KUPS menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan fokus pada komoditas pangan serta energi.(Ilustrasi: Kitani.id)

Kemenhut mendorong KUPS menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan fokus pada komoditas pangan serta energi.(Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Banyak Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) belum mandiri dan ragu menyusun rencana kelola jangka panjang.

Solusi: Kemenhut mendorong KUPS menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan fokus pada komoditas pangan serta energi.

Data: Masa hak pengelolaan perhutanan sosial berlaku selama 35 tahun dengan Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS) setiap 10 tahun.

(Kitani.id): Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prasetiani mengusulkan agar Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah strategis ini bertujuan menggerakkan roda ekonomi warga sekitar hutan secara langsung. Catur mengaku sudah membahas keterlibatan KUPS ini dengan beberapa menteri. Kerja sama dengan berbagai pihak terus diperkuat agar produk lokal dari Lampung dan daerah lain bisa masuk dalam rantai pasok pangan nasional.

Baca Juga  Pemerintah Ambil Alih Cicilan Koperasi Desa, Apdesi Soroti Aturan yang Berubah

“Inilah perlunya kerja sama dengan para pihak untuk mendukung pangan lokal,” ujar Catur, saat menjelaskan peluang program MBG tersebut, Senin (23 Februari 2026).

Madu Sachet dan Kemandirian Ekonomi Kelompok

Catur mengajak kelompok usaha mulai berinovasi pada kemasan produk, salah satunya mengemas madu hutan dalam bentuk sachet. Produk praktis ini nantinya bisa dipasarkan langsung untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah.

Baca Juga  Menteri Kehutanan Keluhkan Kurangnya Jumlah Polisi Hutan

Pola konsumsi madu diharapkan menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat untuk memperkuat daya tahan tubuh. Dengan cara ini, ekonomi masyarakat yang tergabung dalam KUPS akan tumbuh lebih stabil melalui penyerapan produk yang berkelanjutan.

Namun, peningkatan kapasitas kelembagaan tetap menjadi tugas utama dari kementerian terkait. Kelompok usaha diimbau segera menyusun Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS) sebagai panduan kerja kelompok untuk jangka waktu sepuluh tahun ke depan.

Tanaman Aren untuk Mitigasi Bencana dan Energi

Selain pangan, Catur juga menyarankan pemilihan jenis tanaman yang tepat seperti sukun dan aren untuk menahan bencana tanah longsor. Khusus pohon aren, nira yang dihasilkan dapat difermentasi menjadi bioetanol sebagai sumber energi terbarukan.

Baca Juga  Aturan Baru Nilai Ekonomi Karbon, Petani Hutan Lampung Bakal Lebih Sejahtera?

Penanaman aren kini menjadi bagian dari program strategis nasional. KUPS diharapkan jeli melihat peluang ini demi meningkatkan kelas kelompok usaha mereka agar memiliki modal dan pendampingan yang lebih kuat.

“Dibuat seperti tahu bulat yang digoreng dadakan demi meningkatkan kelas kelompoknya,” tutur Catur menyemangati para anggota KUPS agar tidak ragu merevisi rencana kerja.(*)

Berita Terkait

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti
Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan
Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia
Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun
Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan
Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 23:24 WIB

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Sabtu, 4 April 2026 - 23:58 WIB

Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:56 WIB

Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:08 WIB

Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB