Inti Berita:
• Masalah: Produksi jagung yang bersifat musiman menciptakan tantangan dalam menjaga ketersediaan bahan baku pakan ternak sepanjang tahun.
• Solusi: Perusahaan memaksimalkan penyerapan jagung lokal dan menyiapkan kapasitas penyimpanan (stok) untuk kebutuhan dua hingga tiga bulan ke depan.
• Data: Harga jagung lokal saat ini berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yang dinilai lebih menguntungkan bagi petani dalam negeri.
(Kitani.id): Industri pakan ternak memiliki peran sangat strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor peternakan nasional. Hal ini sangat terasa di daerah sentra produksi seperti Lampung yang mengandalkan stabilitas pasokan pakan berkualitas.
Ketersediaan bahan baku lokal menjadi faktor kunci dalam menjaga efisiensi produksi pakan saat ini. Oleh karena itu, industri pakan ternak terus berupaya memaksimalkan pemanfaatan jagung dari petani lokal di wilayah Lampung dan sekitarnya.
Vice President Head of Feed Operations Sumatera PT Japfa Comfeed Indonesia, Anwar Tandiono, memberikan penjelasannya terkait kebijakan tersebut. Dia menilai penggunaan jagung lokal jauh lebih efisien sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata bagi petani dalam negeri.
Efisiensi Distribusi dan Keuntungan Petani
Sejak pemerintah memberlakukan larangan impor jagung, harga jagung lokal relatif stabil berada di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Kondisi ini sangat menguntungkan petani lokal sekaligus memastikan pasokan bagi industri tetap terjaga dengan baik.
Selain masalah harga, penggunaan bahan baku lokal memberikan fleksibilitas tinggi dari sisi distribusi logistik. Pasokan jagung dapat dikirim secara bertahap sesuai kebutuhan produksi tanpa harus menyediakan ruang penyimpanan raksasa.
“Kami lebih mengutamakan penggunaan jagung lokal karena kualitasnya baik dan lebih efisien secara distribusi,” ujar Anwar Tandiono pada Jumat (30 Januari 2026).
Strategi Menghadapi Pola Produksi Musiman
Meskipun menguntungkan, industri pakan ternak tetap harus menghadapi tantangan pola panen jagung yang bersifat musiman. Perusahaan mengantisipasi hal tersebut dengan menyiapkan gudang penyimpanan khusus untuk menjaga stok bahan baku.
Anwar menyebutkan bahwa hampir seluruh unit produksi di bawah manajemen Japfa telah mengamankan stok jagung. Cadangan ini disiapkan untuk mencukupi kebutuhan produksi selama dua hingga tiga bulan ke depan.
Langkah antisipasi ini bertujuan agar distribusi pakan ke peternak rakyat tetap berjalan stabil tanpa gangguan sepanjang tahun. Sinergi antara petani, industri, dan pemerintah diharapkan terus kuat demi menjaga ketahanan pangan nasional.(*)








