Pemerintah Pastikan Impor Ayam dan Beras Amerika Tidak Ganggu Petani Lokal

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah membatasi impor hanya untuk bibit induk (GPS), bahan baku industri olahan (MDM), dan beras klasifikasi khusus. (Ilustrasi: Kitani.id)

Pemerintah membatasi impor hanya untuk bibit induk (GPS), bahan baku industri olahan (MDM), dan beras klasifikasi khusus. (Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Kekhawatiran peternak lokal terhadap banjirnya produk ayam dan beras impor asal Amerika Serikat (AS) di pasar domestik.

Solusi: Pemerintah membatasi impor hanya untuk bibit induk (GPS), bahan baku industri olahan (MDM), dan beras klasifikasi khusus.

Data: Impor GPS sebanyak 580.000 ekor dan kuota beras khusus hanya 1.000 ton (0,00003% dari total produksi nasional).

(Kitani.id): Pemerintah Indonesia menjamin kebijakan pembukaan keran impor ayam dari Amerika Serikat tidak akan merusak harga peternak.

Langkah ini diambil sebagai strategi menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan teknis industri dalam negeri. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menegaskan bahwa perlindungan peternak domestik tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga  Genjot Investasi Ayam Petelur, Upaya Kementan Amankan Pasokan Protein Nasional

Tidak ada kebijakan yang sengaja dibuat untuk mengorbankan industri peternakan rakyat yang sedang berkembang.

Fokus pada Bibit Induk dan Bahan Baku Industri

Kebutuhan impor ayam dari AS sebenarnya difokuskan pada jenis Grand Parent Stock (GPS) sebanyak 580.000 ekor. Bibit induk ini sangat krusial bagi peternak lokal sebagai sumber genetik utama karena Indonesia belum memiliki fasilitas pembibitan mandiri.

Nilai impor bibit ayam ini diperkirakan mencapai angka USD 17-20 juta demi keberlanjutan ternak nasional. Selain itu, pemerintah juga mendatangkan bahan baku industri berupa mechanically deboned meat (MDM).

“GPS sangat dibutuhkan peternak ayam dalam negeri sebagai sumber genetik utama dan belum ada fasilitas pembibitan GPS di Indonesia,” ujar Haryo dalam keterangan resmi, Minggu (22 Februari 2026).

Baca Juga  Sistem Verifikasi Vaksin Hewan, Strategi Kementan Jamin Mutu Ternak Rakyat

Selain bibit, impor bagian ayam seperti paha atau dada tetap diperbolehkan selama memenuhi standar kesehatan ketat. Untuk kebutuhan sosis dan nugget, Indonesia memerlukan pasokan MDM sebanyak 120.000 hingga 150.000 ton per tahun.

Pengaturan ini memastikan industri pengolahan makanan tetap berjalan tanpa mengganggu pasar ayam segar peternak.

Impor Beras Khusus dengan Volume Sangat Kecil

Mengenai komoditas pangan lain, pemerintah juga menyetujui impor beras asal Amerika Serikat dengan kuota 1.000 ton. Haryo menjelaskan bahwa beras yang didatangkan merupakan klasifikasi khusus yang realisasinya tergantung permintaan pasar.

Angka tersebut dinilai sangat tidak signifikan jika dibandingkan dengan total produksi beras nasional tahun 2025 yang mencapai 34,69 juta ton. Komitmen impor tersebut hanya setara 0,00003 persen dari hasil panen petani di seluruh pelosok Indonesia.

Baca Juga  Hutan Menyempit, Harimau Sumatra di Lampung Terancam Punah

“Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri,” tambah Haryo. Selama lima tahun terakhir, Indonesia tercatat tidak pernah melakukan impor beras dari Amerika Serikat.

Melalui data statistik yang ada, pemerintah meyakini kebijakan ini tidak akan memengaruhi harga gabah di tingkat petani lokal. Transparansi data ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran masyarakat dan pelaku usaha tani terkait stabilitas pangan nasional.(*)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Masifkan Vaksinasi Ternak Cegah PMK Jelang Idul Adha 2026
Produksi Susu Nasional Hadapi Tantangan Struktural, BRIN Dorong Inovasi Teknologi
Sistem Verifikasi Vaksin Hewan, Strategi Kementan Jamin Mutu Ternak Rakyat
Mengenal Jenis Sistem Cage Free, Solusi Peternakan Ayam Modern yang Sejahtera
Ayam Lebih Sehat dan Bebas Bergerak, Intip Keunggulan Sistem Cage Free
Sistem Cage Free, Langkah Modern Tingkatkan Kesejahteraan Ayam Petelur
Memutus Rantai Kerugian, Hilirisasi Perunggasan Kementan Lindungi Peternak Rakyat
Cara Mencegah Penyebaran PMK di Lampung Timur

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 10:43 WIB

Pemprov Lampung Masifkan Vaksinasi Ternak Cegah PMK Jelang Idul Adha 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 13:57 WIB

Produksi Susu Nasional Hadapi Tantangan Struktural, BRIN Dorong Inovasi Teknologi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:37 WIB

Sistem Verifikasi Vaksin Hewan, Strategi Kementan Jamin Mutu Ternak Rakyat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:00 WIB

Mengenal Jenis Sistem Cage Free, Solusi Peternakan Ayam Modern yang Sejahtera

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:41 WIB

Ayam Lebih Sehat dan Bebas Bergerak, Intip Keunggulan Sistem Cage Free

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB