Kementan Percepat Hilirisasi Kelapa Sawit untuk Perkuat Ekonomi Nasional

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Percepatan hilirisasi produk turunan sawit (pangan, oleokimia, bioenergi) dan penguatan sertifikasi berkelanjutan. (Foto: ist)

Percepatan hilirisasi produk turunan sawit (pangan, oleokimia, bioenergi) dan penguatan sertifikasi berkelanjutan. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Ketergantungan pada ekspor bahan mentah (CPO) yang membatasi nilai tambah ekonomi dalam negeri.

Solusi: Percepatan hilirisasi produk turunan sawit (pangan, oleokimia, bioenergi) dan penguatan sertifikasi berkelanjutan.

Data: Produksi CPO 2025 mencapai 46,55 juta ton dengan nilai ekspor menembus 28,50 miliar dolar AS.

(Kitani.id): Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak cepat melakukan hilirisasi kelapa sawit. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri.

Pemerintah ingin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar global. Apalagi sawit merupakan miracle crop yang efisien dalam penggunaan lahan produktif.

Baca Juga  Pemerintah Kucurkan KUR Rp 50 Triliun, Peternak Ayam Lampung Siap Pasok Program Makan Bergizi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan sawit adalah tulang punggung ekonomi. Dia meminta agar komoditas ini dikelola secara optimal. Sebab, imbuhnya, sawit mampu menggerakkan ekonomi dari desa hingga kota. Hal ini menjadi kunci penting bagi kesejahteraan petani di daerah.

Peningkatan Produksi dan Dominasi Riau di 2025

Data statistik Direktorat Jenderal Perkebunan mencatat luas sawit mencapai 16,83 juta hektare. Pada tahun 2025, produksi CPO nasional diprediksi meningkat menjadi 46,55 juta ton. Angka ini naik dari capaian tahun 2024 yang sebesar 45,44 juta ton.

Produktivitas rata-rata juga merangkak naik menjadi 3,6 ton per hektare lahan.

Baca Juga  Mentan Amran Borong Teknologi Kampus untuk Petani

“Kelapa sawit merupakan salah satu kekuatan besar Indonesia yang sangat produktif,” ujar Amran.

Provinsi Riau tetap menjadi kontributor terbesar dengan produksi 9,46 juta ton. Selanjutnya, Kalimantan Tengah menyusul dengan angka produksi sebesar 7,59 juta ton.

Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur juga mencatat angka produksi yang signifikan. Kenaikan produksi ini semakin memperkokoh posisi Indonesia sebagai produsen sawit nomor satu.

Strategi Hilirisasi dan Nilai Tambah Ekspor

Volume ekspor sawit pada tahun 2025 melonjak hingga 36,37 juta ton. Nilai devisa yang dihasilkan mencapai angka fantastis yakni 28,50 miliar dolar AS.

Baca Juga  Beras SPHP 2026 Resmi Berjalan, Stok Melimpah dan Harga di Lampung Terjaga

Oleh karena itu, Kementan fokus mengembangkan produk turunan seperti biodiesel. Strategi ini sangat penting agar manfaat ekonomi dirasakan lebih luas lagi.

Plt Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menekankan pentingnya sertifikasi. Roni ingin sawit Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar.

Percepatan peremajaan sawit rakyat juga terus dilakukan untuk menjaga produktivitas kebun. Upaya ini menjadi jawaban atas tantangan isu lingkungan di kancah internasional. “Hilirisasi menjadi strategi penting agar sawit tidak hanya diekspor mentah,” jelasnya.(*)

Berita Terkait

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor
Hilirisasi Perkebunan, Strategi Kementan Dongkrak Nilai Tambah Tujuh Komoditas Unggulan
Abdul Roni Angkat: Pacu Hilirisasi Perkebunan Lewat Penguatan Ekosistem Hulu-Hilir
Tren Harga Kakao Dunia Meningkat
Hibah Rp10 Triliun Guyur Kebun Kelapa Rakyat, Petani Lampung Bersiap Replanting
Produktivitas Lada Lampung Merosot Tajam, Begini Solusi Kembalikan Kejayaan Rempah Bumi Ruwa Jurai
Cokelat Varietas BL50 Raih Silver Award 2025, Kakao Indonesia Mendunia
Hilirisasi Kelapa Sawit, Dimulai dari Perbaikan Kebun Petani

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 20:04 WIB

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 16 Maret 2026 - 22:38 WIB

Hilirisasi Perkebunan, Strategi Kementan Dongkrak Nilai Tambah Tujuh Komoditas Unggulan

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:52 WIB

Abdul Roni Angkat: Pacu Hilirisasi Perkebunan Lewat Penguatan Ekosistem Hulu-Hilir

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:06 WIB

Tren Harga Kakao Dunia Meningkat

Kamis, 12 Maret 2026 - 23:08 WIB

Hibah Rp10 Triliun Guyur Kebun Kelapa Rakyat, Petani Lampung Bersiap Replanting

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB