Utang Rp587 Miliar Dialihkan untuk Jaga Terumbu Karang Indonesia

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konservasi terumbu karang. (Foto: ist)

Konservasi terumbu karang. (Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Perlunya pendanaan besar untuk melindungi ekosistem terumbu karang yang mulai terancam di kawasan segitiga terumbu karang dunia.

Solusi: Pengalihan utang Indonesia ke Amerika Serikat (AS) menjadi dana hibah konservasi melalui program TFCCA.

Data/Biaya: Total dana mencapai US$ 35 juta (Rp587,5 miliar) ditambah dukungan mitra internasional sebesar US$ 4,5 juta.

(Kitani.id): Kabar baik datang bagi ekosistem laut Indonesia. Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati pengalihan utang senilai Rp587,5 miliar. Dana sebesar itu kini dialihkan untuk kegiatan konservasi dan perlindungan terumbu karang di tanah air.

Baca Juga  Produk Pertanian Indonesia Kini Bebas Pajak Masuk ke Amerika Serikat

Kesepakatan ini menggunakan mekanisme Undang-undang Tropical Forest and Coral Reefs Conservation Act (TFCCA). Artinya, utang yang seharusnya dibayar ke Amerika kini menjadi dana hibah. Dana ini akan langsung digunakan untuk mendukung aksi nyata di wilayah pesisir.

Fokus Pelestarian Terumbu Karang dan Kesejahteraan Pesisir

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menjelaskan program ini mendapat antusiasme tinggi. Sejauh ini, sudah ada 58 organisasi lokal yang lolos seleksi. Mereka siap menjadi pelaksana program di tiga lokasi prioritas, yakni Kepala Burung, Sunda Kecil, dan Banda.

Baca Juga  Capai Ekonomi Biru KKP Perkuat Kompetensi SDM Perikanan Lewat Kolaborasi Global

“Kami berharap program ini menjadi pondasi kuat untuk aksi konservasi oleh masyarakat pesisir,” ujar Koswara di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Program ini menjadi yang pertama dan terbesar, sekaligus menjadi contoh bagi negara lain di masa depan.

Selain dari pengalihan utang, dana tambahan juga mengalir dari lembaga internasional. Ada kontribusi senilai US$ 3 juta dari Conservation International dan US$ 1,5 juta dari The Nature Conservancy. Melalui kolaborasi ini, diharapkan terumbu karang kita tetap lestari dan membawa manfaat bagi ekonomi nelayan. (*)

Berita Terkait

Ekspor Ikan Budidaya ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji
Capai Ekonomi Biru KKP Perkuat Kompetensi SDM Perikanan Lewat Kolaborasi Global
Nelayan Lampung Hadapi Syarat Ekspor Rajungan ke Amerika Diperketat

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:31 WIB

Ekspor Ikan Budidaya ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:50 WIB

Utang Rp587 Miliar Dialihkan untuk Jaga Terumbu Karang Indonesia

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:57 WIB

Capai Ekonomi Biru KKP Perkuat Kompetensi SDM Perikanan Lewat Kolaborasi Global

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:38 WIB

Nelayan Lampung Hadapi Syarat Ekspor Rajungan ke Amerika Diperketat

Berita Terbaru