Gubernur Mirza Pasang Badan, Minta Pusat Stop Impor Tapioka dan Utamakan Petani Lampung

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. (foto:ist)

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. (foto:ist)

Inti Berita:

Masalah: Utilisasi industri tapioka dalam negeri baru 43% dan Indonesia masih mengimpor pati ubi kayu senilai 73,8 juta dolar AS.

Solusi: Gubernur Lampung meminta pusat menahan impor dan mendorong industri nasional menggunakan produk lokal.

Data: Kapasitas pabrik di Lampung mencapai 21 juta ton ubi kayu/tahun dengan potensi 4,2 juta ton tepung tapioka.

(Kitani.id): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan permintaan tegas kepada pemerintah pusat. Ia meminta agar keran impor tepung tapioka segera ditahan.

Langkah ini sangat beralasan karena Lampung adalah produsen ubi kayu terbesar. Saat ini, terdapat lebih dari 60 pabrik pengolahan tapioka yang beroperasi di Bumi Ruwa Jurai.

Baca Juga  Barantin Jaga Ketat Pintu Masuk Komoditas Pertanian Selama Mudik Lebaran

Menurut Gubernur Mirza, ubi kayu adalah tulang punggung ekonomi Lampung. Selama 60 tahun lebih, ratusan ribu petani menggantungkan hidupnya pada komoditas ini.

“Kapasitas terpasang pabrik kita mencapai 21 juta ton ubi kayu per tahun,” ujar Mirza dalam acara Business Matching di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Komitmen Lampung Penuhi Kebutuhan Tapioka Nasional

Dengan perhitungan yang ada, Lampung mampu menghasilkan 4,2 juta ton tepung tapioka setiap tahunnya. Jumlah ini dinilai sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan industri di Indonesia.

Baca Juga  Mirza Dorong Hilirisasi, Pringsewu Jadi Pusat Tepung Mocaf Lampung

Mirza menjamin kualitas tapioka Lampung sangat baik dengan harga yang bersaing. Ia juga memastikan pasokan akan tetap stabil sepanjang tahun bagi industri nasional.

Namun, ia menekankan perlunya dukungan kebijakan dari pemerintah pusat yang konsisten. Ada tiga poin utama yang diusulkan Mirza untuk melindungi petani dan pengusaha lokal.

Pertama, industri pengguna wajib mengutamakan tapioka dalam negeri. Kedua, stop impor selama stok lokal masih ada. Ketiga, perlu adanya pengaturan harga tapioka secara nasional.

Baca Juga  Target Hilirisasi Pertanian

Data Menteri Perindustrian menunjukkan bahwa impor pati ubi kayu memang mulai menurun pada 2025. Meski begitu, nilai impornya masih tergolong besar bagi negara agraris.

Gubernur Mirza berharap tata niaga di daerah bisa lebih efektif jika ada keseragaman aturan. Perlindungan bagi petani singkong di Lampung pun menjadi prioritas utama pemerintah provinsi.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB