Lampung Siap Topang Swasembada Nasional, Gubernur Mirza, Produksi Padi Kita Naik 15 Persen

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan kesiapan Lampung menjadi tulang punggung pangan nasional. (foto: ist)

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan kesiapan Lampung menjadi tulang punggung pangan nasional. (foto: ist)

Inti Berita:

Capaian: Produksi padi Lampung 2025 naik dari 2,7 juta ton menjadi 3 juta ton (hampir 15%).

Target 2026: Gubernur Mirza bidik kenaikan 20% melalui implementasi pupuk organik cair merata.

Sinergi: Kerja sama pasokan gula ke Jawa Tengah dan suplai cabai/bawang masuk ke Lampung.

Pesan Presiden: Swasembada adalah harga mati untuk kedaulatan bangsa; petani adalah pahlawan yang paling setia.

(Lingkartani.com): Aura optimisme terpancar dari halaman Kantor PDAM Pesawaran, Desa Kutoarjo, Rabu (7/1/2026). Usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional secara virtual bersama Presiden RI Prabowo Subianto, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan kesiapan Lampung menjadi tulang punggung pangan nasional.

Gubernur Mirza mengungkapkan capaian luar biasa pertanian Lampung sepanjang 2025. Produksi padi di Bumi Ruwa Jurai melonjak dari 2,7 juta ton menjadi 3 juta ton. “Alhamdulillah, tahun ini produksi kita naik hampir 15 persen. Kami optimistis di 2026 produksi dapat naik lagi hingga 20 persen,” ujar Gubernur Mirza dengan penuh keyakinan.

Baca Juga  Layanan Akurat, Kementan Perkuat Mutu Laboratorium Balai Veteriner Lampung

Kenaikan produktivitas ini bukan tanpa strategi. Gubernur menjelaskan bahwa pada 2026, penggunaan pupuk organik cair akan diimplementasikan secara merata di seluruh wilayah Lampung. Langkah ini diperkirakan mampu mendongkrak produktivitas lahan hingga 10 persen, sekaligus memperbaiki kualitas tanah pertanian.

Tak Ada Bangsa Merdeka Jika Pangan Bergantung Negara Lain

Dalam arahannya dari Karawang, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan adalah tonggak strategis sejarah kemerdekaan. Baginya, kedaulatan sebuah bangsa tidak akan pernah utuh selama urusan makan rakyatnya masih bergantung pada negara lain. Pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran pahit betapa berisikonya ketergantungan pangan.

Presiden memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para petani Indonesia. “Kita tidak bakal merdeka tanpa jasa para petani. Para petanilah yang paling setia, yang paling loyal, dan yang paling merah putih di Republik Indonesia ini,” tegas Presiden Prabowo. Ia menekankan bahwa penghormatan ini harus diwujudkan melalui kebijakan nyata yang menyejahterakan petani.

Baca Juga  Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa pertanian adalah kunci kemandirian yang luas, termasuk energi. Potensi besar tanah subur Indonesia harus dikelola agar bangsa ini tidak lagi menjadi penonton. Keberhasilan swasembada ini adalah bukti bahwa kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan petani mampu membuat Indonesia berdiri di atas kaki sendiri.

Stok Nasional Melimpah dan Sinergi Lampung-Jateng

Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman melaporkan bahwa kinerja sektor pertanian saat ini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Stok beras nasional mencapai 3,2 juta ton, jauh melampaui rekor penghargaan FAO tahun 1984 yang hanya 2 juta ton. Capaian ini diiringi dengan Nilai Tukar Petani (NTP) yang menembus angka 125, sebuah indikator meningkatnya kesejahteraan di tingkat tapak.

Baca Juga  Ekoteologi Islam Jadi Kunci Benahi Kerusakan Hutan dan Lingkungan di Sumatera

Di Lampung, sinergi antardaerah terus diperkuat, salah satunya dengan Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Mirza menjelaskan pola saling menguatkan: Lampung memasok kebutuhan gula, sementara Jawa Tengah menyuplai cabai dan bawang. “Ini bentuk sinergi menjaga stabilitas pangan nasional,” tambahnya.

Guna menjaga keberlanjutan, Gubernur Mirza telah menginstruksikan seluruh Bupati untuk menginventarisasi dan mendaftarkan Lahan Sawah Berkelanjutan. Langkah tegas ini diambil agar lahan produktif tidak beralih fungsi. Dengan stok melimpah dan pengawasan ketat terhadap harga pangan, Lampung dan Indonesia kini menatap masa depan sebagai bangsa yang mandiri dan berdaulat secara pangan.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB