Menilik Akar Sejarah Pangan, Gubernur Lampung dan Jawa Tengah Kunjungi Museum Transmigrasi

Minggu, 11 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menyambangi Museum Nasional Transmigrasi di Desa Bagelen, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026). (foto: ist)

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menyambangi Museum Nasional Transmigrasi di Desa Bagelen, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026). (foto: ist)

Inti Berita:

Kunjungan: Gubernur Lampung dan Jawa Tengah meninjau Museum Nasional Transmigrasi di Desa Bagelen, Pesawaran.

Nilai Sejarah: Museum ini merupakan saksi bisu awal mula pembentukan peradaban dan sektor pertanian di Lampung.

Fokus: Penguatan edukasi sejarah bagi generasi muda dan pelestarian nilai gotong royong transmigran.

Harapan: Mendorong museum menjadi destinasi wisata edukasi sejarah berskala nasional.

(Lingkartani.com): Jejak perjuangan para pembuka lahan di Lampung kembali dikenang melalui kunjungan istimewa para pemimpin daerah. Ketika Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela, mendampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menyambangi Museum Nasional Transmigrasi di Desa Bagelen, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026).

Langkah kaki para kepala daerah ini menyusuri ruang demi ruang pamer yang menyimpan memori kolektif bangsa. Dari balik lemari kaca, tampak koleksi benda peninggalan para transmigran, dokumentasi arsip, hingga potret perjalanan kebijakan transmigrasi dari masa ke masa. Bagi Lampung, museum ini adalah pengingat bahwa kemajuan pertanian saat ini berakar dari keringat para perintis masa lalu.

Baca Juga  Polri di Lampung Tanam Jagung Serentak, Target Lahan Tembus 103 Persen

Provinsi Lampung dikenal sebagai salah satu daerah tujuan transmigrasi terbesar dan tersukses di Indonesia. Lokasi museum di Desa Bagelen sendiri memiliki nilai historis yang kuat, mengingat kawasan ini merupakan salah satu titik awal penempatan transmigran pertama di tanah Lampung.

Saksi Sejarah Pembentukan Peradaban dan Sektor Pertanian

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa museum ini memiliki nilai strategis sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi Lampung, terutama di sektor agraris, tidak bisa dilepaskan dari peran besar para transmigran yang telah berkontribusi lintas generasi.

Baca Juga  BGN Wajibkan Satuan Pelayanan Unggah Menu Makan Bergizi Gratis ke Medsos

“Transmigrasi bukan sekadar perpindahan penduduk, tetapi juga proses pembentukan peradaban baru. Museum ini menjadi saksi sejarah perjuangan dan semangat gotong royong para transmigran dalam membangun Lampung,” ujar Gubernur Mirza dengan penuh haru.

Semangat gotong royong yang dibawa para transmigran dari Jawa Tengah dan daerah lainnya telah menyatu dengan kearifan lokal Lampung. Perpaduan budaya ini melahirkan sistem pertanian yang produktif dan menjadi modal utama Lampung dalam menyandang status sebagai lumbung pangan nasional hingga hari ini.

Menuju Destinasi Wisata Edukasi Berskala Nasional

Kunjungan dua pemimpin provinsi ini diharapkan menjadi pemacu bagi pengembangan museum ke arah yang lebih modern. Kehadiran Ahmad Luthfi dari Jawa Tengah juga mempertegas ikatan batin antara daerah asal dan daerah tujuan, yang kini bersinergi membangun kemandirian ekonomi bersama.

Baca Juga  Mirza Dorong Hilirisasi, Pringsewu Jadi Pusat Tepung Mocaf Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus meningkatkan perhatian terhadap pemeliharaan museum ini. Tujuannya jelas, agar Museum Nasional Transmigrasi tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda kuno, tetapi menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi yang menarik bagi generasi muda.

Melalui museum ini, generasi penerus dapat memetik pelajaran tentang ketangguhan dan kerja keras. Membangun masa depan Lampung yang berkelanjutan tidak boleh melupakan akar sejarah. Di Desa Bagelen ini, sejarah membuktikan bahwa dengan kerja sama dan keuletan, hutan rimba bisa berubah menjadi hamparan sawah yang menghidupi jutaan jiwa.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB