Beras Petani Indonesia Tembus Pasar Arab Saudi untuk Konsumsi Jamaah Haji

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah memulai ekspor perdana beras premium hasil petani dalam negeri sebanyak 2.280 ton untuk memenuhi kebutuhan logistik jamaah haji tahun 2026. (Ilustrasi: ist)

Pemerintah memulai ekspor perdana beras premium hasil petani dalam negeri sebanyak 2.280 ton untuk memenuhi kebutuhan logistik jamaah haji tahun 2026. (Ilustrasi: ist)

Inti Berita:

Masalah: Selama ini kebutuhan pangan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi sering kali dipasok oleh beras dari negara lain dengan harga yang cukup tinggi.

Solusi: Pemerintah memulai ekspor perdana beras premium hasil petani dalam negeri sebanyak 2.280 ton untuk memenuhi kebutuhan logistik jamaah haji tahun 2026.

Data: Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini sangat kuat mencapai 3,7 juta ton, yang sepenuhnya berasal dari serapan produksi petani lokal di awal tahun 2026.

(Kitani.id): Kebanggaan besar menyelimuti sektor pertanian tanah air. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, beras hasil keringat petani Indonesia akan tersaji di meja makan para jamaah haji di tanah suci.

Baca Juga  Bulog Siapkan 100 Ribu Ton Minyakita Demi Stabilkan Harga di Pasar

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia telah kembali pada jalur swasembada pangan yang tangguh.

Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa ekspor ini bukanlah sekadar wacana. Sebanyak 2.280 ton beras kualitas premium telah disiapkan untuk dikirim ke Arab Saudi guna memenuhi kebutuhan konsumsi 205.420 jamaah dan petugas haji kita.

“Ini aksi nyata, bukan ilusi. Kita ekspor dua ribuan ton lebih, tepatnya 2.280 ton. Ini adalah momentum yang baik dan terbesar sepanjang sejarah di bulan Maret,” ungkap Amran dalam keterangannya, Kamis (5 Maret 2026).

Keputusan untuk mengekspor beras ini diambil karena kondisi stok pangan dalam negeri sedang berada di posisi yang sangat aman. Dengan cadangan mencapai 3,7 juta ton, pemerintah memastikan kebutuhan konsumsi masyarakat di tanah air tetap tercukupi sebelum memutuskan untuk melepasnya ke pasar internasional.

Baca Juga  Polresta Bandar Lampung Panen 2 Ton Ikan Bawal Bintang

Beras Segar dari Petani Lokal

Menariknya, beras yang dikirimkan ini merupakan hasil gilingan gabah segar yang baru saja diserap dari petani pada awal tahun 2026. Standar kualitas yang ditetapkan pun tidak main-main, yakni beras premium dengan tingkat pecahan minimal (5 persen), sesuai dengan standar internasional.

Selain untuk jamaah haji, pemerintah juga tengah membidik peluang ekspor ke negara-negara tetangga. Beberapa negara seperti Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina sudah masuk dalam daftar penjajakan pasar selanjutnya.

Baca Juga  Mentan Amran Permudah Izin Ekspor Unggas

“Khusus untuk jamaah haji dan umroh kita di Arab Saudi, perkiraannya antara 20 ribu sampai 50 ribu ton. Kemudian nanti kita ekspansi lagi ke negara lainnya,” tambah Amran.

Proses pengiriman ini sudah dimulai dengan pengumpulan stok di Pelabuhan Tanjung Priok. Rencananya, pengapalan pertama akan dilaksanakan pada Sabtu (7 Maret 2026) mendatang secara bertahap.

Langkah inovatif ini diharapkan tidak hanya membantu jamaah mendapatkan nasi yang akrab di lidah, tetapi juga memberikan efisiensi biaya logistik bagi pemerintah.(*)

Berita Terkait

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng
Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional
Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah
Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM
Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu
MBG di Mata Purbaya, Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis
Kepala BGN Pastikan Motor Operasional MBG untuk Kepala SPPG
Petani Lampung Selatan Mulai Go Digital, Urus Sawah Kini Cukup Lewat HP

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 19:18 WIB

Percepat Perluasan MBG, Menteri Asal Lampung ke Ponpes Tebuireng

Jumat, 10 April 2026 - 23:32 WIB

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 19:45 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Tubaba Terancam Ditutup Akibat Limbah

Jumat, 10 April 2026 - 10:32 WIB

Nunik Dukung Pembentukan Bank Khusus UMKM

Kamis, 9 April 2026 - 20:30 WIB

Gubernur Mirza–Riyanto Bertemu, Bicara Hilirisasi Singkong di Pringsewu

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB