Inti Berita
• Masalah: Hasil tani dan ternak desa membutuhkan kepastian pasar agar tidak kalah bersaing dengan ritel modern.
• Solusi: Dinas PMDT Lampung mendorong kerja sama resmi antara BUMDES dan dapur pelayanan gizi sebagai rantai pasok.
• Data: Sebanyak 1.019 dapur gizi di Lampung siap menyerap bahan baku lokal secara rutin dan berkelanjutan.
(Kitani.id): Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Transmigrasi (PMDT) Lampung menyiapkan strategi khusus. Strategi ini bertujuan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dalam program Makan Bergizi Gratis.
Kepala Dinas PMDT Lampung, Saipul, melihat potensi besar bagi BUMDES di desa. Unit usaha desa ini didorong masuk ke dalam rantai pasok dapur program nasional tersebut. Pihaknya akan segera melakukan sosialisasi dan penandatanganan kerja sama dalam waktu dekat.
Pangsa Pasar Pasti untuk Desa
Kerja sama ini sangat penting bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat desa. Melalui kemitraan ini, BUMDES memiliki pangsa pasar pasti untuk menyuplai bahan baku. Hasil pertanian dan peternakan warga akan terserap lebih cepat dan efisien.
“BUMDES yang kita dorong masuk di situ agar ekonomi bergerak,” ujar Saipul, Rabu (18 Maret 2026).
Menurutnya, status BUMDES juga diharapkan bisa meningkat menjadi kategori maju. Kemitraan strategis ini menjadi solusi agar usaha milik desa tidak kalah bersaing dengan ritel modern.
Suplai Rutin ke Ribuan Dapur
Rencananya, terdapat sekitar 1.019 dapur yang akan didukung oleh pasokan unit usaha desa. Bahan baku yang disuplai meliputi kebutuhan utama seperti sayuran, telur, hingga daging ayam. Hal ini memberikan kepastian harga bagi para petani dan peternak lokal.
Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan teknis operasional agar sinkronisasi berjalan lancar. Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Lampung. Program Makan Bergizi Gratis pun menjadi momentum emas bagi pemberdayaan warga desa.(*)








