Inti Berita:
• Masalah: Pentingnya jaminan keamanan pangan dan standarisasi higiene pada unit usaha unggas petelur skala besar.
• Solusi: Pelaksanaan audit NKV untuk memastikan manajemen pemeliharaan memenuhi prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal).
• Data: Haryanto Farm memiliki populasi 70.000 ekor ayam dengan produksi rata-rata mencapai ±3,5 ton telur per hari.
(Kitani.id): Haryanto Farm yang berlokasi di Kecamatan Merbau Mataram baru saja menjalani audit Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen peternak lokal dalam menjaga kualitas pangan.
Tim Auditor dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung turun langsung ke lapangan, Rabu (4 Maret 2026). Mereka didampingi tim teknis dari Lampung Selatan serta tim Pinsar Petelur Nasional (PPN) Lampung.
Fokus utama audit ini adalah meninjau langsung praktik budidaya di Haryanto Farm. Haryanto Farm sendiri merupakan salah satu pemain besar di Merbau Mataram.
Dengan produksi mencapai 3,5 ton telur setiap hari, penerapan sanitasi menjadi harga mati. Hal ini sangat penting agar telur yang sampai ke tangan masyarakat Lampung terjaga mutunya.
Sertifikasi NKV bukan sekadar urusan administrasi di atas kertas. Dokumen ini adalah bukti sah bahwa unit usaha telah memenuhi syarat kebersihan dan kesehatan hewan. Tanpa NKV, produk hewan akan sulit menembus pasar modern maupun pengiriman antar provinsi.
Lindungi Konsumen Melalui Sertifikasi
Proses audit mencakup banyak aspek teknis yang mendalam. Mulai dari pengelolaan pakan, kebersihan air minum, hingga cara penanganan telur setelah dipanen. Semua harus sesuai dengan prinsip biosekuriti yang ketat agar ayam tetap sehat dan produktif.
Selain itu, sertifikat NKV memberikan rasa aman bagi para ibu rumah tangga dan pelaku industri. Keberadaan sertifikat ini mempermudah pelacakan jika sewaktu-waktu terjadi masalah pada produk di pasar. Dengan kata lain, konsumen mendapatkan perlindungan maksimal dari produk yang mereka beli.
Bagi pemilik usaha, audit ini justru menjadi peluang besar. Produk telur dari peternakan yang sudah tersertifikasi tentu memiliki daya saing lebih tinggi. Kepercayaan mitra usaha akan meningkat seiring dengan diterapkannya praktik budidaya yang baik di Bumi Ruwa Jurai.(*)








