Inti Berita:
• Masalah: Penyakit Pullorum (berak kapur) bersifat zoonosis yang bisa menular ke manusia melalui produk unggas yang terkontaminasi.
• Solusi: Dinas Peternakan Lampung dan Balai Veteriner melakukan pengujian ketat untuk deteksi dini dan jaminan keamanan pangan.
• Data: Sebanyak 480 sampel ayam di PT Central Avian Pertiwi Farm 2 menunjukkan hasil negatif dari total populasi 62.265 ekor.
(Kitani.id): Tim gabungan kesehatan hewan bergerak untuk memastikan keamanan pangan di wilayah Lampung Selatan. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung bersama Balai Veteriner Lampung serta dinas kabupaten setempat melakukan pengujian Pullorum secara menyeluruh.
Penyakit Pullorum sendiri disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum yang sangat diwaspadai karena sifatnya yang bisa menular ke manusia. Dengan hasil negatif ini, pasokan ayam dari Kalianda dipastikan dalam kondisi prima dan aman.
Kegiatan ini berlangsung pada 12-13 Februari 2026 di PT Central Avian Pertiwi Farm 2 Lampung, Kecamatan Kalianda. Upaya ini merupakan bentuk perlindungan bagi masyarakat agar produk daging dan telur yang beredar benar-benar sehat.
Hasil Uji Negatif di Kandang Kalianda
Pengujian kali ini menyasar delapan kandang dari total 27 kandang yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Dari populasi sebanyak 62.265 ekor ayam, tim ahli mengambil sampel sebanyak 480 ekor secara acak.
Metode yang digunakan adalah Rapid Whole Blood Test (RWBT) untuk mendapatkan hasil skrining awal secara cepat di lapangan. Teknik ini dilakukan dengan mencampurkan darah ayam dengan antigen khusus pada cawan porselen untuk melihat reaksi aglutinasi.
Hasil pengujian terhadap seluruh sampel ayam di PT Central Avian Pertiwi Farm 2 dinyatakan negatif. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa manajemen kesehatan hewan di perusahaan tersebut berjalan dengan sangat baik dan terkontrol.
Sertifikat Bebas Pullorum Syarat Mutlak Ekspor
Sertifikat bebas Pullorum menjadi dokumen yang sangat krusial bagi industri perbibitan unggas atau breeding farm. Dokumen resmi ini menjadi persyaratan utama dalam lalu lintas perdagangan ayam dan produk turunannya antar wilayah maupun ekspor ke luar negeri.
Melalui pengujian berkala, pemerintah ingin memastikan tidak ada penularan vertikal dari induk ke telur. Hal ini menjadi jaminan bagi konsumen bahwa produk yang dibeli memenuhi standar keamanan pangan.
Pemerintah terus mendorong para pelaku usaha ternak untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah deteksi dini sangat efektif untuk memutus rantai penyebaran bakteri Salmonella sejak dari hulu.
Dengan terbitnya sertifikat bebas Pullorum, daya saing produk unggas asal Lampung di pasar nasional akan semakin kuat. Keamanan konsumen tetap menjadi prioritas tertinggi dalam setiap rantai produksi peternakan di Bumi Ruwa Jurai.(*)








