Inti Berita:
• Masalah: Perlunya jaminan mutu pakan yang beredar di pasar agar tidak merugikan peternak dan mengganggu produktivitas ternak.
• Solusi: Pembinaan dan pengambilan sampel pakan di pabrik besar untuk pengujian laboratorium dan penerbitan izin edar.
• Data: Sebanyak 14 sampel pakan dari dua perusahaan besar (PT Charoen Pokphand dan PT Pakan Prima Gemilang) diambil untuk diuji sesuai standar SNI.
(Kitani.id): Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung bergerak cepat memastikan pakan ternak yang beredar di masyarakat aman dan berkualitas.
Tim Pengawas Mutu Pakan turun langsung melakukan pembinaan sekaligus pengambilan sampel di dua kabupaten, yakni Lampung Selatan dan Lampung Timur, pada 3-4 Maret 2026.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari pengawasan ketat sebelum pakan dipasarkan secara luas. Pengambilan sampel merupakan syarat wajib dalam proses penerbitan izin edar.
Hal ini sejalan dengan aturan perizinan berbasis risiko di sektor pertanian untuk melindungi konsumen, terutama para peternak lokal.
Uji Laboratorium untuk Pakan Ayam hingga Babi
Dalam kunjungan tersebut, PT Charoen Pokphand Indonesia di Lampung Selatan menyerahkan 12 sampel pakan. Jenisnya beragam, mulai dari pakan ayam ras petelur, pedaging, ayam buras, hingga pakan babi.
Sementara itu, PT Pakan Prima Gemilang di Lampung Timur mengajukan 2 sampel pakan khusus ayam ras petelur. Seluruh sampel tersebut telah diberi label identitas lengkap dan disegel secara resmi.
Tahap selanjutnya, pakan ini akan diuji di laboratorium terakreditasi untuk melihat kesesuaiannya dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Ketelitian dalam proses ini sangat penting agar pakan yang sampai ke tangan peternak benar-benar memiliki nutrisi yang tepat.
Jaminan Mutu Lewat Nomor Pendaftaran Pakan
Produk yang lolos uji laboratorium akan mendapatkan Nomor Pendaftaran Pakan (NPP) yang berlaku selama lima tahun. NPP ini menjadi sertifikat keamanan dan legalitas bagi produsen.
Bagi peternak, adanya kode pendaftaran ini adalah jaminan bahwa pakan tersebut layak konsumsi dan mendukung kesehatan ternak mereka.
Kualitas pakan sangat menentukan produktivitas ternak dan hasil pangan asal hewan yang aman bagi masyarakat.
Melalui pengawasan rutin ini, risiko penggunaan pakan yang tidak layak dapat ditekan sedini mungkin. Dinas Peternakan berharap langkah ini mampu menjaga stabilitas produksi ternak di Bumi Ruwa Jurai.
“Pengawasan ini penting karena kualitas pakan sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan produktivitas ternak,” tulis perwakilan tim dalam laporannya. (*)








