Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi aquaponik modern. (Foto: ist)

Teknologi aquaponik modern. (Foto: ist)

Inti Berita

Masalah: Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan (urban farming) dan kebutuhan akan teknologi budidaya yang praktis serta aplikatif bagi masyarakat.

Solusi: BRIN dan Intani berkolaborasi mengembangkan teknologi aquaponik modern berbasis bakteri indigenous untuk sistem pertanian terintegrasi (integrated farming).

Data: Teknologi ini merupakan hasil riset selama dua tahun yang dirancang khusus untuk skala rumah tangga dan UMKM.

(Kitani.id): Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) resmi menggandeng Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) untuk memasyarakatkan teknologi aquaponik modern.

Inovasi ini menggunakan basis bakteri indigenous yang dirancang khusus untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, terutama di wilayah perkotaan.

Baca Juga  Panjat Kelapa tak Perlu Monyet Lagi, Kementan Jajaki Teknologi Modern

Sinergi tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno. Melalui kolaborasi ini, hasil riset diharapkan tidak hanya berhenti di laboratorium, namun memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat luas.

Teknologi Hemat Lahan untuk UMKM

Ketua Umum Intani, Guntur Subagja, menjelaskan bahwa sistem aquaponik ini merupakan model integrated farming yang sangat efisien. Teknologi tersebut mengintegrasikan budidaya ikan air tawar dengan tanaman sayuran dalam satu sirkulasi yang saling menguntungkan.

Baca Juga  Inspirasi dari Sabah Balau, PKK Lampung Panen Anggur dan Melon Premium

“Teknologi aquaponik ini memiliki skala usaha rumah tangga maupun UMKM. Sangat cocok untuk urban farming karena memang tidak membutuhkan lahan yang luas,” ujar Guntur, Kamis (19 Maret 2026).

Senada dengan hal itu, Kepala PRBAT BRIN, Fahrurrozi, menegaskan bahwa kerja sama lanjutan ini bertujuan agar setiap luaran riset BRIN memiliki manfaat nyata. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian pangan berbasis komunitas.

Keunggulan Bakteri Indigenous

Rahasia utama dari efektivitas sistem ini terletak pada penggunaan bakteri lokal atau indigenous. Teknologi yang telah diteliti selama dua tahun oleh tim ahli ini berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem antara ikan dan tanaman.

Baca Juga  Perjuangkan Nasib Petani Kecil, Indonesia Pimpin Reformasi Pertanian di Forum WTO

Ketua Tim Pengembangan Teknologi PRBAT BRIN, Bambang Widyo Prastowo, memaparkan bahwa unsur mikrobakteri tersebut menjadi nyawa dalam sistem budidaya ini. Bakteri inilah yang mengolah limbah ikan menjadi nutrisi organik bagi tanaman sayuran.

“Bakteri inilah yang menjadi unsur penting dalam budidaya integrasi ikan air tawar dengan sayuran dalam teknologi aquaponik modern ini,” pungkas Bambang.(*)

Berita Terkait

Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global
BRIN Siapkan Peneliti Muda untuk Inovasi di Sektor Pertanian dan Pangan
Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul
GeoAI Pertanian, Solusi Canggih Pantau Sawah dan Stok Pangan
Alat Pengering Hybrid Unila, Solusi Modern Pengeringan Hasil Tani
Mentan Amran Borong Teknologi Kampus untuk Petani
Panjat Kelapa tak Perlu Monyet Lagi, Kementan Jajaki Teknologi Modern
Inovasi EC+ Solusi Murah Olah Limbah Cair Sawit Jadi Air Bersih dan Pupuk

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:38 WIB

Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:23 WIB

BRIN Siapkan Peneliti Muda untuk Inovasi di Sektor Pertanian dan Pangan

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:37 WIB

Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota

Senin, 16 Maret 2026 - 22:52 WIB

Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul

Senin, 16 Maret 2026 - 14:04 WIB

GeoAI Pertanian, Solusi Canggih Pantau Sawah dan Stok Pangan

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB