(Kitani.id): Kabar gembira datang bagi para pemuda dan pelaku usaha perikanan di tanah air. Jepang kini tengah melirik potensi besar tenaga kerja asal Indonesia untuk mengisi sektor perikanan mereka.
Menangkap peluang ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bergerak cepat menjalin kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mencetak tenaga kerja yang handal dan siap pakai.
Kerja sama yang bertajuk The Project for Indonesia-Japan Circulation of Human Resources in Blue Economy ini bukan sekadar pelatihan biasa. Proyek ini mencakup pengadaan sarana pembelajaran modern hingga penugasan tenaga ahli langsung dari Jepang, termasuk pengajar bahasa.
Tujuannya agar tenaga kerja kita memiliki standar kompetensi yang diakui secara internasional. “Indonesia siap berkontribusi sebagai mitra yang andal dalam menyediakan tenaga kerja yang terampil, tersertifikasi, dan sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Sekretaris BPPSDM KKP, Lilly Aprilya Pregiwati, Senin (6 April 2026).
Tiga Tahun Masa Pelatihan di Tiga Lokasi Strategis
Program kerja sama ini akan berlangsung selama tiga tahun ke depan. Untuk tahap awal, pusat pelatihan akan difokuskan pada tiga lokasi utama, yaitu Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta, Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, dan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan para lulusan kelautan dan perikanan kita tidak hanya jago di kandang, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui penyediaan lapangan kerja yang luas dan berkualitas di luar negeri.(*)








