Peluang Emas Kerja di Jepang, KKP Siapkan SDM Perikanan Indonesia yang Terampil

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebutuhan tenaga kerja sektor perikanan di Jepang sangat tinggi, namun memerlukan standar keterampilan dan bahasa yang spesifik.(Foto: ist)

Kebutuhan tenaga kerja sektor perikanan di Jepang sangat tinggi, namun memerlukan standar keterampilan dan bahasa yang spesifik.(Foto: ist)

(Kitani.id): Kabar gembira datang bagi para pemuda dan pelaku usaha perikanan di tanah air. Jepang kini tengah melirik potensi besar tenaga kerja asal Indonesia untuk mengisi sektor perikanan mereka.

Menangkap peluang ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bergerak cepat menjalin kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mencetak tenaga kerja yang handal dan siap pakai.

Kerja sama yang bertajuk The Project for Indonesia-Japan Circulation of Human Resources in Blue Economy ini bukan sekadar pelatihan biasa. Proyek ini mencakup pengadaan sarana pembelajaran modern hingga penugasan tenaga ahli langsung dari Jepang, termasuk pengajar bahasa.

Baca Juga  Produksi Ikan Nasional Tembus 10 Juta Ton, Pasokan Protein Aman dari El Nino

Tujuannya agar tenaga kerja kita memiliki standar kompetensi yang diakui secara internasional. “Indonesia siap berkontribusi sebagai mitra yang andal dalam menyediakan tenaga kerja yang terampil, tersertifikasi, dan sesuai dengan kebutuhan industri,” ujar Sekretaris BPPSDM KKP, Lilly Aprilya Pregiwati, Senin (6 April 2026).

Tiga Tahun Masa Pelatihan di Tiga Lokasi Strategis

Program kerja sama ini akan berlangsung selama tiga tahun ke depan. Untuk tahap awal, pusat pelatihan akan difokuskan pada tiga lokasi utama, yaitu Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta, Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, dan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon.

Baca Juga  Ekspor Ikan Budidaya ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji

Melalui kolaborasi ini, diharapkan para lulusan kelautan dan perikanan kita tidak hanya jago di kandang, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Langkah ini menjadi bagian dari program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir melalui penyediaan lapangan kerja yang luas dan berkualitas di luar negeri.(*)

Berita Terkait

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia
Produksi Ikan Nasional Tembus 10 Juta Ton, Pasokan Protein Aman dari El Nino
Cara Mengelola Gudang Beku Portabel bagi Nelayan di Lampung
Strategi Baru KKP Tekan Biaya Produksi Petambak Tradisional
KKP Perketat Masuknya Ikan Impor, Pastikan Produk Perikanan Asing Aman Konsumsi
Ekspor Ikan Budidaya ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji
Utang Rp587 Miliar Dialihkan untuk Jaga Terumbu Karang Indonesia
Capai Ekonomi Biru KKP Perkuat Kompetensi SDM Perikanan Lewat Kolaborasi Global

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:51 WIB

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Rabu, 8 April 2026 - 15:43 WIB

Produksi Ikan Nasional Tembus 10 Juta Ton, Pasokan Protein Aman dari El Nino

Selasa, 7 April 2026 - 11:17 WIB

Peluang Emas Kerja di Jepang, KKP Siapkan SDM Perikanan Indonesia yang Terampil

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:45 WIB

Cara Mengelola Gudang Beku Portabel bagi Nelayan di Lampung

Senin, 16 Maret 2026 - 01:58 WIB

Strategi Baru KKP Tekan Biaya Produksi Petambak Tradisional

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB