Inti Berita:
• Masalah: Kebutuhan populasi ternak nasional yang harus segera diperkuat untuk mencukupi stok daging dan susu dalam negeri.
• Solusi: Impor 50 ribu hingga 100 ribu sapi bakalan dari Brasil serta pembangunan 5 kawasan peternakan terintegrasi.
• Data: Investasi per paket pembangunan mencapai Rp2,4 triliun, mencakup pabrik pakan hingga pengelolaan lahan rumput.
(Kitani.id): Pemerintah tengah serius menggarap proyek peternakan raksasa untuk memastikan stok daging nasional aman terkendali. Langkah nyata ini diawali dengan rencana mendatangkan puluhan ribu sapi bakalan berkualitas dari Brasil.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa sebagian sapi tersebut bahkan sudah mulai masuk ke tanah air. Pemerintah menargetkan populasi yang cukup besar untuk mengisi kawasan-kawasan peternakan baru yang sedang dibangun.
“Rencananya 50 ribu sampai 100 ribu ekor. Ada yang dari Brasil, ada yang macam-macam, tapi yang jelas Brasil. Sudah ada yang datang,” ungkap Amran saat berada di Gudang Bulog Jakarta, Rabu (4 Maret 2026).
Menariknya, proyek ini tidak hanya soal memelihara sapi. Pemerintah menyiapkan sistem terintegrasi dari hulu ke hilir. Artinya, di dalam satu kawasan akan tersedia pabrik pakan serta lahan rumput yang luas.
Skema ini bertujuan agar kesehatan hewan dan stabilitas produksi daging tetap terjaga sepanjang tahun.
Lampung Jadi Titik Pengembangan Ayam Nasional
Selain fokus pada sapi, pemerintah juga memperluas jangkauan ke sektor unggas untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kabar baiknya, Provinsi Lampung terpilih menjadi salah satu lokasi strategis untuk pengembangan peternakan ayam tahap kedua.
Pemerintah sudah menyiapkan 18 titik lokasi baru, termasuk di Lampung, Jawa Timur, dan Kalimantan. Selain pembangunan kandang, penyediaan bibit ayam atau day old chick (DOC) juga menjadi prioritas. Langkah ini dilakukan agar peternak kecil tetap mendapatkan pasokan bibit yang stabil dan terjangkau.
Selanjutnya, pemerintah juga berencana memperluas lahan kedelai hingga 1 juta hektare. Lahan-lahan tidur atau lahan sitaan akan dioptimalkan untuk menanam kedelai guna mengurangi ketergantungan impor di masa depan.(*)








