Inti Berita:
• Masalah: Peternak kecil sulit mendapatkan bibit ayam (DOC) dan pakan murah karena dominasi dua perusahaan besar.
• Solusi: Membangun pabrik DOC, pakan, dan vaksin melalui BUMN di bawah kelolaan Danantara.
• Data: Pemerintah akan membangun 12 pabrik pada tahap awal dan 30 pabrik pada tahap kedua.
(Kitani.id): Pemerintah kini mengambil langkah berani untuk menyeimbangkan pasar unggas nasional yang lama timpang. Caranya adalah dengan menggelontorkan proyek Peternakan Ayam Terintegrasi ke badan pengelola Danantara. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan menyuplai kebutuhan bibit ayam atau DOC bagi peternak kecil.
Selama ini, para peternak lokal sering mengeluh karena sulit mendapatkan DOC dengan harga terjangkau. Akibatnya, rantai industri sering mengalami keributan yang memicu kenaikan harga telur dan daging. “Pemerintah di hulu sebagai stabilisator,” kata Andi Amran Sulaiman , Selasa (10/2/2026).
Memutus Dominasi Raksasa Industri Unggas
Kehadiran proyek Peternakan Ayam Terintegrasi ini sangat penting untuk mengimbangi dua perusahaan besar yang berkuasa. Pasalnya, dua perusahaan tersebut menguasai 70 persen perputaran uang industri ayam senilai Rp554 triliun. Mereka mengendalikan produksi pakan hingga pembibitan yang sering kali menyulitkan peternak rakyat.
Selanjutnya, Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak ingin ekonomi rakyat kecil terus dihimpit oleh kekuatan kapitalis. Dia bahkan pernah mengancam akan mencabut izin impor pengusaha yang sengaja mempermainkan harga DOC. “Kalau kamu tidak turunkan, aku setop impormu, impor DOC,” tutur Andi Amran Sulaiman menceritakan pengalamannya.
BUMN Sebagai Motor Penggerak di Hulu
Selain membangun infrastruktur, pemerintah melibatkan BUMN agar rantai produksi di hulu lebih mudah dikendalikan. Melalui skema Peternakan Ayam Terintegrasi, direksi perusahaan negara akan berada dalam satu garis komando pemerintah. Jadi, tidak akan ada lagi pihak yang berani menaikkan harga pakan secara sepihak.
Kemudian, pada tahap awal, pemerintah segera membangun 12 pabrik DOC, vaksin, hingga pabrik pakan. Langkah ini diharapkan menjadi kunci kemandirian bagi peternak ayam di berbagai daerah, termasuk di Lampung. “Kalau BUMN-nya macam-macam, kita copot. Sederhana kan?” tutup Andi Amran Sulaiman dengan tegas.(*)








