Ayam Petelur Jati Agung Produktif, Dukung Program Makan Gizi Gratis

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disnakkeswan Lampung pantau perkembangan bantuan ternak di Kelompok Tani Tunas Karya II, Jati Agung. (foto: ist)

Disnakkeswan Lampung pantau perkembangan bantuan ternak di Kelompok Tani Tunas Karya II, Jati Agung. (foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Perlunya kepastian keberlanjutan bantuan ternak bagi kesejahteraan masyarakat desa.

Solusi: Pendampingan intensif dan evaluasi rutin oleh Disnakkeswan Lampung pada kelompok penerima hibah.

Data: Bantuan 100 ekor ayam menghasilkan produksi telur 67% dengan harga jual Rp26.000/kg.

(Kitani.id): Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung terus memantau perkembangan bantuan ternak di lapangan. Tim yang dipimpin Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Ternak mengunjungi Kelompok Tani Tunas Karya II, Jati Agung.

Kunjungan pada Jumat (6/2) ini bertujuan melakukan monitoring dan evaluasi bantuan tahun 2025. Mudiyono selaku ketua kelompok menyambut langsung kehadiran tim di lokasi kandang.

Baca Juga  Sistem Verifikasi Vaksin Hewan, Strategi Kementan Jamin Mutu Ternak Rakyat

“Kami menerima bantuan 100 ekor ayam petelur beserta pakan tahun lalu,” ujar Mudiyono saat menjelaskan perkembangan ternaknya. Saat ini, kondisi kesehatan ternak terjaga sangat baik dan menunjukkan hasil yang memuaskan.

Produksi Telur Capai 67 Persen

Ayam bantuan tersebut kini telah mencapai angka produksi telur sebesar 67 persen. Keberhasilan ini tidak lepas dari sistem pemeliharaan intensif yang diterapkan oleh para peternak.

Baca Juga  Pastikan Telur Higienis, Dinas Peternakan Lampung Audit NKV di Lampung Timur

Para anggota kelompok menggunakan sistem kandang baterai agar kesehatan ayam lebih terkontrol. Mereka memberikan pakan konsentrat dua kali sehari, yakni pada waktu pagi dan sore hari.

Takaran pakan diberikan secara konsisten sebanyak 120 gram untuk setiap ekor per harinya. Selain itu, pemberian air minum juga dilakukan secara terus-menerus atau adlibitum bagi ternak.

Pemasaran Lancar dan Harga Stabil

Peternak mengaku tidak menemui kendala berarti dalam memasarkan hasil panen telur mereka. Penjualan dilakukan secara mandiri dengan mengikuti perkembangan harga terbaru yang berlaku di pasar.

Baca Juga  Pastikan Pakan Ternak Berkualitas, Dinas Peternakan Lampung Uji Sampel di Lamsel dan Lamtim

Saat ini, harga telur di tingkat peternak menyentuh angka Rp26.000 per kilogram. Untuk setiap satu kilogramnya, rata-rata berisi sekitar 17 hingga 19 butir telur segar.

Program hibah ini merupakan langkah nyata Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung Program Makan Gizi Gratis. Harapannya, kegiatan ini mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Masifkan Vaksinasi Ternak Cegah PMK Jelang Idul Adha 2026
Produksi Susu Nasional Hadapi Tantangan Struktural, BRIN Dorong Inovasi Teknologi
Sistem Verifikasi Vaksin Hewan, Strategi Kementan Jamin Mutu Ternak Rakyat
Mengenal Jenis Sistem Cage Free, Solusi Peternakan Ayam Modern yang Sejahtera
Ayam Lebih Sehat dan Bebas Bergerak, Intip Keunggulan Sistem Cage Free
Sistem Cage Free, Langkah Modern Tingkatkan Kesejahteraan Ayam Petelur
Memutus Rantai Kerugian, Hilirisasi Perunggasan Kementan Lindungi Peternak Rakyat
Cara Mencegah Penyebaran PMK di Lampung Timur

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 10:43 WIB

Pemprov Lampung Masifkan Vaksinasi Ternak Cegah PMK Jelang Idul Adha 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 13:57 WIB

Produksi Susu Nasional Hadapi Tantangan Struktural, BRIN Dorong Inovasi Teknologi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:37 WIB

Sistem Verifikasi Vaksin Hewan, Strategi Kementan Jamin Mutu Ternak Rakyat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:00 WIB

Mengenal Jenis Sistem Cage Free, Solusi Peternakan Ayam Modern yang Sejahtera

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:41 WIB

Ayam Lebih Sehat dan Bebas Bergerak, Intip Keunggulan Sistem Cage Free

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB