Inti Berita:
• Masalah: Kesulitan akses dan risiko keselamatan anak-anak di desa terpencil saat menyeberangi sungai menuju sekolah.
• Solusi: Peresmian 218 jembatan (Bailey, Aramco, dan Perintis) sebagai bentuk keberpihakan pada kepentingan rakyat.
• Data: Terdiri dari 77 Jembatan Bailey, 59 Jembatan Aramco, dan 82 Jembatan Perintis yang tersebar di wilayah RI.
(Kitani.id): Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan rasa syukurnya atas rampungnya pembangunan ratusan jembatan di pelosok negeri. Kehadiran infrastruktur ini memastikan anak-anak di desa tidak lagi harus bertaruh nyawa atau basah-basahan demi menuntut ilmu.
Kabar melegakan ini disampaikan langsung oleh Presiden saat meresmikan 218 jembatan yang tersebar di berbagai wilayah terpencil di Indonesia. Proyek strategis ini mencakup 77 Jembatan Bailey, 59 Jembatan Aramco, dan 82 Jembatan Perintis.
“Sekarang saya tidur lebih lega karena anak-anak di desa-desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai dengan keadaan bahaya terhadap keselamatannya,” ujar Presiden Prabowo melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9 Maret 2026).
Simbol Keberpihakan pada Rakyat Kecil
Meskipun ukuran jembatan-jembatan ini tidak besar, Presiden menegaskan bahwa perannya sangat strategis. Bagi pemerintah, pembangunan di daerah terpencil adalah bukti nyata bahwa kepentingan rakyat kecil menjadi prioritas utama.
Jembatan tersebut bukan sekadar penghubung fisik, melainkan jaminan agar anak-anak di pelosok bisa duduk di kelas dengan pakaian kering dan nyaman. Presiden tidak ingin lagi melihat siswa berangkat atau pulang sekolah dalam kondisi pakaian basah karena harus menerjang aliran sungai.
“Inilah artinya bahwa sesungguhnya jembatan gantung di daerah terpencil sesungguhnya strategis bagi pemerintah yang saya pimpin. Bahwa kepentingan rakyat adalah yang paling kita utamakan,” tegasnya.
Apresiasi untuk Prajurit di Lapangan
Pembangunan jembatan penghubung desa ini tidak lepas dari kerja keras para prajurit TNI di lapangan. Presiden secara khusus memberikan rasa hormat kepada jajaran TNI, mulai dari tingkat pusat hingga para Babinsa yang bersentuhan langsung dengan warga.
Presiden meminta Kepala Staf Angkatan Darat beserta seluruh jajaran komando daerah untuk menyampaikan terima kasihnya. Ia mengaku bangga memimpin tentara yang memiliki kecintaan luar biasa terhadap rakyatnya.
“Terima kasih saya, rasa bangga saya, rasa hormat saya bahwa saya memimpin tentara yang demikian cintanya kepada rakyatnya, yang demikian semangat, demikian berani berkorban segalanya,” ucap Presiden dengan nada haru.
Diharapkan dengan adanya jembatan ini, aktivitas ekonomi dan pendidikan di desa-desa semakin lancar, sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran.(*)








