Strategi Pemprov Lampung Cegah PMK Melalui Edukasi Peternak

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Lampung ingin memastikan peternak paham cara melindungi aset ternak secara mandiri. (ilustrasi: Kitani.id)

Pemerintah Provinsi Lampung ingin memastikan peternak paham cara melindungi aset ternak secara mandiri. (ilustrasi: Kitani.id)

Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat benteng pertahanan sektor peternakan dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Langkah ini bertujuan menjaga status Lampung sebagai lumbung ternak nasional.

Inti Berita:

Masalah: Risiko penularan PMK yang mencapai 100 persen populasi melalui udara dan kontak langsung.

Solusi: Pelaksanaan vaksinasi massal, pembatasan lalu lintas ternak, dan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).

Data: Tingkat kematian PMK pada ternak dewasa maksimal 5 persen; kegiatan edukasi terbaru menyasar Desa Ringin Sari, Tulang Bawang.

(Kitani.id): Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Lampung gencar memberikan pemahaman kepada para peternak. Salah satu kegiatan KIE berlangsung di Desa Ringin Sari, Kecamatan Margo Rejo, Tulang Bawang, baru-baru ini.

Baca Juga  Mengenal Jenis Sistem Cage Free, Solusi Peternakan Ayam Modern yang Sejahtera

Kepala Disnakkeswan Lampung, Lili Mawarti menjelaskan bahwa kesadaran peternak menjadi kunci utama. “Selain melakukan vaksinasi bagi ternak, kami juga melakukan penyadaran, pemahaman dan partisipasi peternak untuk melakukan upaya-upaya pencegahan serta pengendalian penyakit mulut dan kuku,” terangnya.

Ditambahkan Lili, pemerintah ingin memastikan peternak paham cara melindungi aset mereka secara mandiri. Oleh karena itu, edukasi ini melibatkan berbagai pihak terkait di sektor peternakan secara berkelanjutan.

Baca Juga  Genjot Investasi Ayam Petelur, Upaya Kementan Amankan Pasokan Protein Nasional
Edukasi Peternak Cegah PMK. (ilustrasi: Kitani.id)

Langkah Taktis Kendalikan Virus PMK

Penyakit ini sangat berbahaya karena menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, dan kambing. Penularan virus ini dapat terjadi melalui sarana transportasi serta peralatan yang tercemar di kandang.

Maka dari itu, Disnakkeswan menekankan pentingnya penerapan biosecurity yang ketat pada lingkungan peternakan. Upaya pencegahan meliputi pembatasan lalu lintas ternak dari wilayah tertular dan peningkatan imunitas hewan.

Baca Juga  Sistem Cage Free, Langkah Modern Tingkatkan Kesejahteraan Ayam Petelur

“Upaya pencegahan dan pengendalian yang dapat dilakukan, antara lain dengan pembatasan lalu lintas ternak, terutama dari wilayah tertular, penghilangan sumber virus melalui stamping out atau potong paksa,” tambah Lili. Hal tersebut sangat krusial demi mewujudkan visi Lampung Maju di sektor peternakan.(*)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Masifkan Vaksinasi Ternak Cegah PMK Jelang Idul Adha 2026
Produksi Susu Nasional Hadapi Tantangan Struktural, BRIN Dorong Inovasi Teknologi
Sistem Verifikasi Vaksin Hewan, Strategi Kementan Jamin Mutu Ternak Rakyat
Mengenal Jenis Sistem Cage Free, Solusi Peternakan Ayam Modern yang Sejahtera
Ayam Lebih Sehat dan Bebas Bergerak, Intip Keunggulan Sistem Cage Free
Sistem Cage Free, Langkah Modern Tingkatkan Kesejahteraan Ayam Petelur
Memutus Rantai Kerugian, Hilirisasi Perunggasan Kementan Lindungi Peternak Rakyat
Cara Mencegah Penyebaran PMK di Lampung Timur

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 10:43 WIB

Pemprov Lampung Masifkan Vaksinasi Ternak Cegah PMK Jelang Idul Adha 2026

Senin, 30 Maret 2026 - 13:57 WIB

Produksi Susu Nasional Hadapi Tantangan Struktural, BRIN Dorong Inovasi Teknologi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:37 WIB

Sistem Verifikasi Vaksin Hewan, Strategi Kementan Jamin Mutu Ternak Rakyat

Sabtu, 28 Maret 2026 - 19:00 WIB

Mengenal Jenis Sistem Cage Free, Solusi Peternakan Ayam Modern yang Sejahtera

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:41 WIB

Ayam Lebih Sehat dan Bebas Bergerak, Intip Keunggulan Sistem Cage Free

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB