Inti Berita:
• Masalah: Sektor kelautan memerlukan SDM yang kompeten dan tersertifikasi untuk menghadapi tantangan global dan perubahan iklim.
• Solusi: KKP melalui BPPSDM menggelar Pertemuan Nasional Mitra Pembangunan untuk memperkuat kolaborasi pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
• Data/Biaya: Dalam lima tahun terakhir, pelatihan ini telah menjangkau 10.765 peserta dari kalangan aparatur dan masyarakat pesisir di seluruh Indonesia.
(Kitani.id): Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memacu kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perikanan. Langkah ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan agenda ekonomi biru di Indonesia.
Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), KKP menggelar pertemuan strategis dengan berbagai mitra pembangunan di Jakarta, Senin (26/1/2026). Forum ini bertujuan memperkuat sinergi dalam pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi masyarakat kelautan.
Sertifikasi Internasional untuk SDM Perikanan Unggul
Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menekankan bahwa pembangunan fisik saja tidak cukup. Kapasitas manusianya harus disiapkan secara matang agar mampu bersaing di tingkat global.
Penguatan kapasitas ini mencakup seluruh rantai pengelolaan, mulai dari perikanan tangkap, budi daya, hingga pengawasan. “Ke depan, kita harus melangkah ke sertifikasi kompetensi yang diakui secara internasional agar SDM kita benar-benar kredibel,” tegas Nyoman.
Dalam lima tahun terakhir, kerja sama ini telah menjangkau lebih dari 10.765 peserta pelatihan. Seluruh kurikulum kini telah terintegrasi dalam sistem E-Milea untuk menjaga standar kualitas pelatihan. Program ini diharapkan mendukung ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sejalan dengan arahan Presiden RI.
Salah satu mitra, EDF Indonesia, juga berkomitmen terus mendukung KKP. Sejak 2019, mereka fokus mengembangkan kerangka pembelajaran yang adaptif terhadap perubahan iklim agar berdampak nyata bagi nelayan dan pembudidaya.(*)








