Inti Berita:
• Masalah: Keterbatasan modal menjadi penghambat utama bagi koperasi dalam memenuhi permintaan pasar global yang masif.
• Solusi: Penguatan permodalan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta diversifikasi produk seperti pengemasan nanas kaleng.
• Data: Koperasi Upland Subang Farm mencatatkan total transaksi ekspor manggis senilai Rp6,6 miliar ke China.
(Kitani.id): Keberhasilan menembus pasar global kini bukan lagi sekadar impian bagi para penggerak ekonomi desa. Langkah nyata ini dibuktikan oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm yang sukses mengekspor manggis segar ke China.
Prestasi membanggakan tersebut menunjukkan bahwa manajemen yang profesional mampu membawa produk pertanian bersaing di level internasional.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, memberikan apresiasi tinggi saat melepas pengiriman tahap kedelapan sebanyak tiga ton manggis. Secara akumulatif, nilai transaksi ekspor manggis dari koperasi ini telah menyentuh angka Rp6,6 miliar.
Oleh sebab itu, setiap koperasi di Lampung yang ingin naik kelas bisa mengambil inspirasi dari pengelolaan komoditas unggulan ini.
Dukungan Modal dan Diversifikasi Produk
Pemerintah berkomitmen penuh mendukung kemajuan ekonomi kerakyatan melalui kebijakan serta pembiayaan yang kuat. Ferry menegaskan bahwa Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) siap memberikan suntikan dana awal sekitar Rp4 miliar untuk pengembangan usaha.
Bahkan, nilai pembiayaan tersebut berpotensi naik hingga Rp20 miliar melalui proses pendampingan yang berkelanjutan.
“Saya yakin koperasi Upland ini bisa beli dengan harga yang lebih baik ke petani. Selain itu, mereka bisa memperbaiki manajemen kemudian bisa ekspor ke mana-mana,” ujar Ferry dalam keterangan resminya pada Selasa (10 Maret 2026).
Tak berhenti di manggis, koperasi ini berencana menambah unit bisnis pengemasan nanas kaleng untuk pasar Timur Tengah. Langkah diversifikasi ini menjadi strategi penting agar koperasi di Lampung juga mampu meningkatkan daya serap produk pertanian lokal. Dengan begitu, harga di tingkat petani akan jauh lebih menguntungkan dan stabil.
Menembus Hambatan Pasar Global
Meskipun peluang ekspor manggis dan nanas sangat terbuka lebar, tantangan permodalan masih menjadi isu utama. Manager Koperasi Upland Subang Farm, Dadang Firmansyah, mengakui bahwa minat pembeli asing terus berdatangan. Namun, kemampuan modal saat ini belum sepenuhnya mampu mengimbangi besarnya permintaan pasar dunia yang terus meningkat.
“Buyer dari berbagai negara datang, tapi kemampuan modal kami tidak bisa mengimbangi permintaan pasar. Karena itu, kami berharap kerja sama dengan LPDB agar permodalan kami semakin kuat,” ungkap pengurus koperasi, Ita.
Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, koperasi diharapkan menjadi penggerak utama ekonomi perdesaan. Melalui ekosistem Koperasi Desa Merah Putih, produk unggulan tidak hanya menyasar pasar ekspor. Jaringan pemasaran domestik di seluruh Indonesia kini diperkuat, termasuk dengan koperasi di Lampung, agar memiliki akses pasar yang lebih luas.(*)








