Inti Berita:
• Masalah: Perlunya sinkronisasi program pusat dan daerah untuk mempercepat kemandirian ekonomi di tingkat desa.
• Solusi: Mengintegrasikan Program Desa Industri Mandiri dengan Program Desaku Maju serta memperkuat kemitraan industri.
• Data: Program ini menargetkan penguatan ekonomi secara komprehensif di 2.446 desa di seluruh Provinsi Lampung.
(Kitani.id): Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menekankan pentingnya integrasi Program Desa Industri Mandiri dengan Program Desaku Maju.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi desa di seluruh wilayah Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung segera berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menyelaraskan kedua program tersebut. Jihan Nurlela menyampaikan rencana integrasi ini saat melakukan kunjungan kerja di Lampung Selatan, baru-baru ini.
Kemitraan Industri Besar dan Pemberdayaan UMKM Desa
Pemerintah juga mendorong perusahaan besar seperti Japfa Comfeed untuk menjalin kemitraan erat dengan pelaku usaha kecil. Industri besar diharapkan mampu menjadi pengayom atau kanopi bagi UMKM yang tersebar di desa-desa.
Kerja sama langsung antara industri dan masyarakat desa akan memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan. Melalui pola kemitraan ini, berbagai sektor usaha di desa dapat berkembang lebih cepat dan mendukung kesejahteraan warga.
Pemprov Lampung mengambil peran sebagai koordinator untuk memastikan integrasi program dan kemitraan industri berjalan efektif. Jihan Nurlela juga menyoroti pentingnya koordinasi program tanggung jawab sosial perusahaan agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Program Desa Industri Mandiri dari Kementerian Perindustrian fokus pada peningkatan kualitas industri kecil sesuai potensi lokal. Hal ini sangat sinkron dengan Program Desaku Maju yang menyasar pemberdayaan ekonomi di 2.446 desa di Lampung.(*)








