Inti Berita:
• Masalah: Perlunya stabilitas pasokan telur nasional dan pemenuhan kebutuhan protein skala besar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
• Solusi: Mempercepat investasi terintegrasi dan kemitraan strategis guna memberikan akses bibit serta pakan berkualitas bagi peternak rakyat.
• Data: Penerapan teknologi budidaya yang tepat diprediksi mampu mendongkrak produktivitas ayam petelur hingga angka 90 persen.
(Kitani.id): Kementerian Pertanian (Kementan) sedang memacu investasi di sektor ayam petelur sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi peternak lokal.
Upaya ini bukan sekadar mengejar angka produksi, melainkan bagian dari misi besar menjamin stok pangan nasional. Terlebih, kebutuhan protein dalam jumlah besar sangat diperlukan untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi fokus pemerintah saat ini.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa subsektor peternakan memerlukan perbaikan tata kelola dari hulu hingga ke hilir. Melalui investasi yang terintegrasi, peternak kecil diharapkan bisa mendapatkan kepastian pasar dan pendapatan yang lebih stabil.
“Investasi pada pengembangan ayam petelur membuka ruang kemitraan strategis yang memberikan peternak rakyat akses terhadap bibit unggul,” jelas Agung, Sabtu (14 Maret 2026). (*)








