BRIN Siapkan Peneliti Muda untuk Inovasi di Sektor Pertanian dan Pangan

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inovasi Pertanian BRIN. (Ilustrasi: Kitani.id)

Inovasi Pertanian BRIN. (Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Perlunya regenerasi peneliti ahli untuk mengolah kekayaan hayati Indonesia menjadi solusi pangan.

Solusi: Pelatihan biologi struktur biomolekul bagi talenta muda melalui program Degree by Research (DBR).

Data: Diikuti 65 peserta (50 magister, 15 doktoral) sebagai tahap awal seleksi ketat di BRIN.

(Kitani.id): Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus bergerak memperkuat fondasi kedaulatan pangan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui program khusus, BRIN menggembleng puluhan talenta muda untuk mendalami biologi struktur biomolekul. Upaya ini menjadi titik awal untuk melahirkan peneliti yang fokus pada inovasi di sektor pertanian dan pangan.

Baca Juga  Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global

Kepala Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN, Ahmad Fathoni, menekankan pentingnya pembekalan teknis bagi calon peneliti. Kekayaan hayati Indonesia yang sangat melimpah membutuhkan sentuhan sains modern agar bisa bermanfaat luas bagi petani.

Pelatihan ini pun menjadi ajang penyamaan pemahaman sebelum para peserta terjun langsung ke laboratorium riset.

Mengolah Kekayaan Hayati Menjadi Solusi Pertanian

Bidang biologi struktur biomolekul memiliki potensi yang sangat luas untuk dikembangkan di tanah air. Dalam dunia tani, teknologi ini bisa digunakan untuk menciptakan varietas tanaman yang lebih unggul dan tahan hama.

Baca Juga  Alat Pengering Hybrid Unila, Solusi Modern Pengeringan Hasil Tani

Oleh karena itu, BRIN mendorong agar inovasi di sektor pertanian dan pangan berbasis keanekaragaman hayati lokal terus ditingkatkan.

Direktur Pengembangan Kompetensi BRIN, Rahma Lina, menjelaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas akademik. Peserta diuji keseriusannya dalam memahami ekosistem riset yang akan mereka hadapi nanti.

Fokusnya adalah memastikan bahwa riset yang dihasilkan benar-benar aplikatif dan mampu menjawab tantangan pemenuhan pangan nasional.

Mencetak Generasi Peneliti Berdaya Saing Global

Sebanyak 65 kandidat terpilih kini bersaing ketat untuk mendapatkan beasiswa riset di jenjang magister dan doktoral. Selain kemampuan teknis, aspek sosiokultural juga menjadi bahan pertimbangan penting dalam seleksi.

Baca Juga  Hemat Pakan, BRIN Olah Limbah Kulit Reptil Jadi Pakan Ikan Berkualitas

Hal ini dilakukan agar para peneliti muda tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat.

Program ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi riset tingkat internasional di masa depan. Dengan mencetak peneliti yang kompeten, Indonesia berpeluang besar memimpin pasar pangan berbasis inovasi hayati. Sekaligus memastikan inovasi di sektor pertanian dan pangan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi bangsa.(*)

Berita Terkait

Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global
Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota
Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul
GeoAI Pertanian, Solusi Canggih Pantau Sawah dan Stok Pangan
Alat Pengering Hybrid Unila, Solusi Modern Pengeringan Hasil Tani
Mentan Amran Borong Teknologi Kampus untuk Petani
Panjat Kelapa tak Perlu Monyet Lagi, Kementan Jajaki Teknologi Modern
Inovasi EC+ Solusi Murah Olah Limbah Cair Sawit Jadi Air Bersih dan Pupuk

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:38 WIB

Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:23 WIB

BRIN Siapkan Peneliti Muda untuk Inovasi di Sektor Pertanian dan Pangan

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:37 WIB

Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota

Senin, 16 Maret 2026 - 22:52 WIB

Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul

Senin, 16 Maret 2026 - 14:04 WIB

GeoAI Pertanian, Solusi Canggih Pantau Sawah dan Stok Pangan

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB