Inti Berita:
• Masalah: Peternak ayam sering terjebak fluktuasi harga yang tidak stabil dan rantai distribusi yang terlalu panjang.
• Solusi: Kementan menjalankan program hilirisasi perunggasan yang terintegrasi dari penyediaan bibit hingga pemotongan dan pemasaran.
• Data/Target: Pembangunan infrastruktur paralel di lima wilayah prioritas dengan kolaborasi BUMN dan swasta menuju Indonesia Emas 2045.
(Kitani.id): Sistem integrasi dari hulu hingga hilir menjadi jawaban atas persoalan harga ayam yang sering tidak menentu di tingkat peternak lokal. Melalui skema ini, pemerintah membangun ekosistem yang menyatukan penyediaan bibit, pakan, hingga distribusi pasar dalam satu rantai yang kuat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan perintah langsung Presiden Prabowo untuk mempercepat hilirisasi di seluruh sektor. Menurut Amran, langkah ini bertujuan memberikan nilai tambah nyata bagi daerah dan kesejahteraan peternak.
“Hilirisasi harus memberikan nilai tambah bagi daerah dan peternak. Peternak lokal harus menjadi bagian dari rantai usaha yang kuat, sehingga usaha mereka lebih berkelanjutan,” ujarnya, seraya menambahkan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan peternak rakyat bisa menikmati keuntungan lebih besar melalui efisiensi rantai pasok, Sabtu (28 Maret 2026).
Progres Fisik Infrastruktur di Lima Wilayah Prioritas
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menekankan pentingnya bukti nyata pembangunan di lapangan agar manfaatnya segera terasa.
Pembangunan kandang, rumah potong hewan unggas, hingga pabrik pakan kini sedang berjalan secara serentak di lima titik wilayah prioritas.
“Mulai dari kandang, rumah potong hewan unggas, hingga pabrik pakan. Harus ada perkembangan yang terlihat,” tegasnya saat rapat evaluasi di Kantor Pusat Kementan, Kamis (26 Maret 2026).
Selain itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Makmun, menambahkan bahwa infrastruktur ini berfungsi memotong rantai distribusi yang panjang. Alhasil, stabilitas harga daging ayam di tingkat peternak akan lebih terjaga dan tetap kompetitif di pasar.(*)








