Inti Berita:
• Masalah: Produk ikan budidaya Indonesia belum mendapatkan persetujuan masuk ke pasar Arab Saudi dari otoritas setempat (SFDA).
• Solusi: Pembentukan tim terpadu ekosistem pangan haji dan pemenuhan seluruh syarat teknis oleh KKP untuk mempercepat negosiasi.
• Data: Produksi ikan budidaya nasional tahun 2024 mencapai 15,75 juta ton, dengan komoditas unggulan seperti nila, lele, hingga patin.
(Kitani.id): Pemerintah Indonesia sedang berjuang keras membuka gerbang ekspor perikanan ke Arab Saudi. Upaya strategis ini bertujuan memenuhi kebutuhan pangan jamaah haji kita.
Langkah besar tersebut dipimpin oleh tim terpadu bentukan Menteri Koordinator Bidang Pangan. KKP menjadi bagian penting dalam misi mulia di tanah suci ini.
Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini, menyatakan optimisme tinggi terkait rencana tersebut. Saat ini, pihaknya sedang bernegosiasi intensif dengan Saudi Food and Drug Authority.
Persetujuan masuknya produk ikan budidaya kini menjadi prioritas utama tim pemerintah. Kabar baiknya, seluruh persyaratan teknis yang diminta pihak Saudi sudah terpenuhi.
Menanti Restu SFDA untuk Ikan Patin Indonesia
Selanjutnya, Badan Mutu KKP terus berkomunikasi aktif dengan otoritas kesehatan Arab Saudi. Kehadiran tim terpadu ekosistem pangan haji memberikan dorongan energi baru.
Ishartini berharap proses administrasi ini bisa segera tuntas dalam waktu dekat. Hal itu tentu menjadi peluang besar bagi para pembudidaya ikan.
“Memang kita belum mendapatkan persetujuan, tetapi ini sudah dalam proses. Seluruh persyaratan yang diminta SFDA sudah kami penuhi,” ujar Ishartini dalam penjelasannya, baru-baru ini.
Kemudian, dukungan kuat juga datang dari Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf. Dalam rapat kerja di Jakarta, Selasa (10/2), Irfan mendorong percepatan ekspor.
Dia ingin ikan patin asal Indonesia segera tersaji untuk jamaah. Program tersebut mengikuti keberhasilan ekspor beras yang sudah disetujui tahun ini.
Potensi Melimpah Produksi Ikan Budidaya Nasional
Selain itu, stok ikan nasional kita sangat melimpah untuk memenuhi pasar. Data KKP mencatat produksi ikan budidaya 2024 menembus angka 15,75 juta ton.
Komoditas rumput laut mendominasi pasar dengan raihan sebesar 9,85 juta ton. Namun, ikan konsumsi seperti nila dan lele juga menunjukkan angka fantastis.
Produksi nila mencapai 1,56 juta ton dan lele 1,15 juta ton. Sementara itu, bandeng menyumbang 792.864 ton dan ikan mas 523.796 ton. Adapun produksi patin nasional tercatat mencapai angka 381.969 ton sepanjang tahun.
Melimpahnya angka ini menjadi modal kuat Indonesia menembus pasar internasional.(*)








