Ekspor Ikan Budidaya ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji

Minggu, 22 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Indonesia sedang berjuang keras membuka gerbang ekspor perikanan ke Arab Saudi.(Ilustrasi: Kitani.id)

Pemerintah Indonesia sedang berjuang keras membuka gerbang ekspor perikanan ke Arab Saudi.(Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Produk ikan budidaya Indonesia belum mendapatkan persetujuan masuk ke pasar Arab Saudi dari otoritas setempat (SFDA).

Solusi: Pembentukan tim terpadu ekosistem pangan haji dan pemenuhan seluruh syarat teknis oleh KKP untuk mempercepat negosiasi.

Data: Produksi ikan budidaya nasional tahun 2024 mencapai 15,75 juta ton, dengan komoditas unggulan seperti nila, lele, hingga patin.

(Kitani.id): Pemerintah Indonesia sedang berjuang keras membuka gerbang ekspor perikanan ke Arab Saudi. Upaya strategis ini bertujuan memenuhi kebutuhan pangan jamaah haji kita.

Langkah besar tersebut dipimpin oleh tim terpadu bentukan Menteri Koordinator Bidang Pangan. KKP menjadi bagian penting dalam misi mulia di tanah suci ini.

Baca Juga  Utang Rp587 Miliar Dialihkan untuk Jaga Terumbu Karang Indonesia

Kepala Badan Mutu KKP, Ishartini, menyatakan optimisme tinggi terkait rencana tersebut. Saat ini, pihaknya sedang bernegosiasi intensif dengan Saudi Food and Drug Authority.

Persetujuan masuknya produk ikan budidaya kini menjadi prioritas utama tim pemerintah. Kabar baiknya, seluruh persyaratan teknis yang diminta pihak Saudi sudah terpenuhi.

Menanti Restu SFDA untuk Ikan Patin Indonesia

Selanjutnya, Badan Mutu KKP terus berkomunikasi aktif dengan otoritas kesehatan Arab Saudi. Kehadiran tim terpadu ekosistem pangan haji memberikan dorongan energi baru.

Ishartini berharap proses administrasi ini bisa segera tuntas dalam waktu dekat. Hal itu tentu menjadi peluang besar bagi para pembudidaya ikan.

Baca Juga  Capai Ekonomi Biru KKP Perkuat Kompetensi SDM Perikanan Lewat Kolaborasi Global

“Memang kita belum mendapatkan persetujuan, tetapi ini sudah dalam proses. Seluruh persyaratan yang diminta SFDA sudah kami penuhi,” ujar Ishartini dalam penjelasannya, baru-baru ini.

Kemudian, dukungan kuat juga datang dari Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf. Dalam rapat kerja di Jakarta, Selasa (10/2), Irfan mendorong percepatan ekspor.

Dia ingin ikan patin asal Indonesia segera tersaji untuk jamaah. Program tersebut mengikuti keberhasilan ekspor beras yang sudah disetujui tahun ini.

Potensi Melimpah Produksi Ikan Budidaya Nasional

Selain itu, stok ikan nasional kita sangat melimpah untuk memenuhi pasar. Data KKP mencatat produksi ikan budidaya 2024 menembus angka 15,75 juta ton.

Baca Juga  Nelayan Lampung Hadapi Syarat Ekspor Rajungan ke Amerika Diperketat

Komoditas rumput laut mendominasi pasar dengan raihan sebesar 9,85 juta ton. Namun, ikan konsumsi seperti nila dan lele juga menunjukkan angka fantastis.

Produksi nila mencapai 1,56 juta ton dan lele 1,15 juta ton. Sementara itu, bandeng menyumbang 792.864 ton dan ikan mas 523.796 ton. Adapun produksi patin nasional tercatat mencapai angka 381.969 ton sepanjang tahun.

Melimpahnya angka ini menjadi modal kuat Indonesia menembus pasar internasional.(*)

Berita Terkait

Utang Rp587 Miliar Dialihkan untuk Jaga Terumbu Karang Indonesia
Capai Ekonomi Biru KKP Perkuat Kompetensi SDM Perikanan Lewat Kolaborasi Global
Nelayan Lampung Hadapi Syarat Ekspor Rajungan ke Amerika Diperketat

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:31 WIB

Ekspor Ikan Budidaya ke Arab Saudi untuk Jamaah Haji

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:50 WIB

Utang Rp587 Miliar Dialihkan untuk Jaga Terumbu Karang Indonesia

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:57 WIB

Capai Ekonomi Biru KKP Perkuat Kompetensi SDM Perikanan Lewat Kolaborasi Global

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:38 WIB

Nelayan Lampung Hadapi Syarat Ekspor Rajungan ke Amerika Diperketat

Berita Terbaru