Inti Berita
• Masalah: Ancaman penyakit Brucellosis yang dapat menyebabkan keguguran pada sapi dan menular ke manusia (zoonosis).
• Solusi: Pengambilan sampel darah dan uji cepat Rose Bengal Test (RBT) untuk deteksi dini dan pengendalian penyakit.
• Data: Kegiatan dilakukan oleh UPTD BPK2LP dan Balai Veteriner Lampung di PTS Campang Tiga pada Selasa (3/3/2026).
(Kitani.id): Tim Medik Veteriner dari UPTD BPK2LP bekerja sama dengan Balai Veteriner Lampung terjun langsung ke UPTD Pembibitan Ternak Sapi (PTS) Campang Tiga. Mereka melakukan pengambilan sampel darah sebagai langkah deteksi dini penyakit menular strategis.
Fokus utama kegiatan ini adalah mengantisipasi penyebaran Brucellosis. Penyakit ini sangat diwaspadai karena tidak hanya menyerang sistem reproduksi sapi, tetapi juga berpotensi menular ke manusia.
Melalui surveilans rutin, pemerintah berupaya memastikan bahwa bibit sapi yang dihasilkan benar-benar sehat dan aman dikonsumsi.
Uji Cepat Laboratorium untuk Keamanan Ternak
Sampel darah yang terkumpul kemudian diproses di laboratorium menggunakan metode Rose Bengal Test (RBT). Teknik ini merupakan cara uji serologi yang cepat dan efektif untuk melihat adanya antibodi Brucella.
Jika terjadi reaksi penggumpalan pada serum, itu menjadi indikator kuat bahwa hewan tersebut terpapar bakteri.
Selain untuk melindungi peternak, kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan besar. UPTD BPK2LP sedang mengejar akreditasi internasional ISO/IEC 17025:2017 yang akan dinilai pada akhir April 2026 mendatang.
Standar tinggi ini penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pengujian laboratorium di Lampung.
Kejar Standar Internasional ISO 17025
Dengan prosedur yang terdokumentasi rapi, laboratorium ini diharapkan mampu memberikan layanan yang lebih luas dan profesional.
Tak hanya soal kesehatan hewan, keberhasilan akreditasi ini juga diproyeksikan dapat memperkuat kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Lampung melalui layanan sertifikasi yang terpercaya.(*)








