Dana Masyarakat untuk Lingkungan Cair, Kemenhut Gandeng Norwegia Bantu Warga

Jumat, 13 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menhut luncurkan Dana Masyarakat untuk Lingkungan bareng Norwegia. (Ilustrasi: Kitani.id)

Menhut luncurkan Dana Masyarakat untuk Lingkungan bareng Norwegia. (Ilustrasi: Kitani.id)

Inti Berita:

Masalah: Tantangan krisis iklim memerlukan aksi nyata masyarakat adat di tingkat tapak.

Solusi: Peluncuran Dana Masyarakat untuk Lingkungan guna mendukung hibah pelestarian hutan lestari.

Data: Penyaluran dana sebelumnya mencapai Rp19,31 miliar bagi 561 kelompok penerima manfaat.

(Kitani.id): Kementerian Kehutanan kembali membuka akses pendanaan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Program ini menyasar kelompok pegiat lingkungan hingga masyarakat adat pedesaan. Oleh karena itu, Menhut Raja Juli Antoni meluncurkan Dana Masyarakat untuk Lingkungan.

Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah negara Norwegia. Dukungan tersebut masuk dalam skema kerja sama Result Based Contribution. Selanjutnya, dana hibah ini akan fokus pada pengelolaan hutan yang lestari.

Baca Juga  Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

“Kementerian Kehutanan sangat berbangga hati menerima kunjungan sahabat kami dari Norwegia,” kata Raja Juli.

Peluang Hibah Melalui Dana Masyarakat untuk Lingkungan

Layanan hibah ini membuka kesempatan besar bagi LSM dan NGO lokal. Masyarakat adat juga dapat mendaftar sebagai calon penerima dana bantuan tersebut. Tujuannya adalah mendukung kegiatan pelestarian alam di tingkat paling bawah.

Baca Juga  Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun

Pendaftaran program ini sangat penting untuk penguatan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Kemudian, dana tersebut akan membantu upaya pencegahan kebakaran hutan secara mandiri. Oleh sebab itu, Raja Juli berharap kuota penerima tahun ini meningkat.

“Masyarakat hingga masyarakat adat dapat mendaftar menjadi penerima atau calon penerima hibah,” ujarnya.

Target Perluasan Penerima Manfaat di Seluruh Provinsi

Tahun lalu, pemerintah sukses menyalurkan dana sebesar Rp19,31 miliar secara nasional. Sebanyak 561 kelompok masyarakat telah merasakan manfaat dari pendanaan lingkungan ini. Maka, total individu yang terlibat mencapai lebih dari 31 ribu orang.

Baca Juga  Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Ke depan, Raja Juli menargetkan peningkatan jumlah dana bagi kelompok masyarakat. Beliau akan bersinergi dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Jadi, jumlah penerima hibah Dana Masyarakat untuk Lingkungan bisa semakin luas.

Terlebih lagi, kerja sama internasional ini krusial untuk mengatasi krisis iklim. Sinergi lintas negara menjadi solusi tepat dalam menangani pemanasan global saat ini. Akhirnya, kelestarian hutan Indonesia akan memberikan manfaat ekonomi bagi rakyat.(*)

Berita Terkait

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti
Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan
Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor
Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia
Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun
Wamen LHK Rohmat Marzuki Ajak Rimbawan Perkuat Ekonomi Hijau di Bulan Ramadan
Hari Bakti Rimbawan, Momentum Perkuat Jati Diri Penjaga Hutan
Menjaga Napas Hutan, Etika Islam dalam Memanen Kekayaan Alam

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 23:24 WIB

Strategi Mitigasi Karhutla 2026, Ancaman Kemarau Panjang Menanti

Sabtu, 4 April 2026 - 23:58 WIB

Kemenhut Dorong Pertanian Berbasis Artificial Intelligence untuk Percepat Swasembada Pangan

Sabtu, 4 April 2026 - 16:13 WIB

Perkuat Kesejahteraan Petani Hutan, Wagub Jihan Nurlela Dorong Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:56 WIB

Investasi Karbon di Taman Nasional Indonesia

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:08 WIB

Solusi Permanen Konflik Gajah TNWK, Pagar Pembatas 138 Kilometer Mulai Dibangun

Berita Terbaru

Ancaman kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino diprediksi melanda Lampung pada Mei hingga September 2026.(ilustrasi: Kitani.id)

Dinamika

Mitigasi El Nino Lampung Jaga Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:32 WIB

Produk perikanan Indonesia sulit bersaing global karena isu transparansi dan legalitas rantai pasok.(Foto: ist)

Perikanan

Stelina Perkuat Daya Saing Produk Perikanan Indonesia

Jumat, 10 Apr 2026 - 18:51 WIB