Inti Berita:
• Masalah: Produk perikanan sangat cepat mengalami penurunan mutu jika tidak ditangani dengan standar pengolahan yang benar.
• Solusi: Pembekalan prinsip kelayakan pengolahan (GMP dan SSOP) kepada pengurus koperasi dalam mengelola fasilitas pendingin.
• Data: KKP memberikan bantuan fasilitas cold storage dan air blast freezer (ABF) guna memperkuat rantai nilai perikanan.
(Kitani.id): Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) fokus memperkuat kapasitas pengurus Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Tujuannya agar para pengurus koperasi memahami cara mengelola gudang beku portabel bagi nelayan di Lampung dan wilayah pesisir lainnya secara profesional.
Dengan pengelolaan yang tepat, fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan menjaga ketahanan pangan.
Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Machmud, menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong peningkatan nilai tambah hasil laut. Pengembangan kampung nelayan tidak hanya soal produksi, tetapi juga penguatan pascapanen.
“Penting bagi pengelola memahami penanganan ikan yang baik sehingga mutu dan bisnis tetap terjaga,” ungkap Machmud, Kamis (19 Maret 2026).
Menjaga Mutu dengan Standar Internasional
Ikan merupakan komoditas yang sangat mudah rusak atau busuk. Oleh karena itu, pembangunan Gudang Beku Portabel (GBP) harus dibarengi dengan kemampuan teknis operator di lapangan.
Melalui bimbingan teknis, para peserta dibekali pemahaman tentang Good Manufacturing Practices (GMP) serta standar prosedur sanitasi yang ketat.
Penerapan standar ini sangat krusial untuk menjamin keamanan produk sebelum dilempar ke pasar.
Dengan memahami cara mengelola gudang beku portabel bagi nelayan di Lampung, para pengelola koperasi dapat menyusun panduan mutu yang jelas. Hal ini menjadi kunci utama agar produk perikanan lokal memiliki daya saing tinggi, bahkan untuk memenuhi kebutuhan industri besar.
Sinergi Fasilitas dan Kapasitas SDM
Direktur Pengolahan, Tri Aris Wibowo, menekankan bahwa penguatan sumber daya manusia adalah investasi jangka panjang. Fasilitas modern seperti cold storage dan pabrik es akan sia-sia jika tidak dioperasikan dengan cara yang benar dan higienis. Sinergi antara infrastruktur dan keahlian nelayan akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih mandiri.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya juga menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di wilayah pesisir. Keberadaan kantor pengelola dan gudang beku akan memutus rantai kerugian nelayan akibat ikan yang terbuang.
Melalui edukasi mengenai cara mengelola gudang beku portabel bagi nelayan di Lampung, diharapkan ekonomi biru di daerah dapat tumbuh lebih pesat dan berkelanjutan.(*)








