Inti Berita:
• Masalah: Munculnya ancaman penyebaran Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang menyerang ternak di wilayah Lampung Timur.
• Solusi: Penerapan biosekuriti ketat, isolasi mandiri hewan sakit, pembatasan lalu lintas ternak, dan percepatan vaksinasi.
• Data: Investigasi epidemiologis dilakukan melalui pengambilan sampel bangkai dan hewan sakit serta penguatan surveilans laboratorium.
(Kitani.id): Kabar mengenai ancaman Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) kembali menjadi perhatian serius bagi para peternak di Kabupaten Lampung Timur.
Oleh karena itu, Balai Veteriner (BVet) Lampung memberikan imbauan khusus agar peternak segera melakukan tindakan pencegahan yang tepat di area kandang masing-masing.
“Kami minta peternak untuk tetap tenang dan disiplin dalam menerapkan pengendalian di kandang, segera melaporkan kasus, serta melakukan isolasi ternak sakit,” ujar Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, Kamis (26 Maret 2026).
Selain itu, Suryantana menegaskan bahwa membatasi lalu lintas ternak dan menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci utama agar wabah tidak meluas.
Investigasi dan Surveilans Ketat Balai Veteriner
Pihak Balai Veteriner saat ini terus memperkuat investigasi epidemiologis guna memetakan sebaran virus di Provinsi Lampung.
Langkah ini mencakup penelusuran kasus secara mendalam serta wawancara langsung dengan petugas lapangan maupun pemilik ternak.
Kemudian, tim teknis juga mengambil sampel pada hewan yang bergejala hingga bangkai ternak untuk uji laboratorium.
Suryantana menambahkan bahwa penguatan konfirmasi laboratorium sangat penting guna memastikan diagnosis secara akurat. Dengan hasil yang cepat, proses pengendalian di lapangan bisa dilakukan dengan lebih efektif dan terukur.
Hal ini bertujuan untuk melindungi populasi ternak warga dari risiko kerugian ekonomi yang lebih besar.
Pendampingan Lapangan dan Vaksinasi Ternak
Dinas Peternakan Provinsi Lampung juga bergerak aktif memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat di kabupaten dan kota.
Anwar Bahri, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan Lampung, menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus ditingkatkan. Fokus utamanya adalah mempercepat proses disinfeksi kandang serta memberikan edukasi berkelanjutan bagi peternak.
“Kami mengajak peternak untuk disiplin menerapkan isolasi ternak sakit, tidak menjual ternak yang terindikasi sakit, serta segera melaporkan jika ada gejala,” kata Anwar.
Pihaknya juga sedang menggenjot program vaksinasi sebagai benteng utama untuk meningkatkan kekebalan tubuh hewan ternak. Melalui kolaborasi yang solid, diharapkan cara mencegah penyebaran PMK di Lampung Timur ini dapat berjalan maksimal dan tuntas.(*)








