Inti Berita:
• Masalah: Produksi bibit ubi kayu konvensional melalui stek batang cenderung lambat, sulit disimpan lama (mudah dehidrasi), dan sulit dipanen secara berkala terutama saat kemarau.
• Solusi: Pengembangan sistem kebun induk dengan teknologi grafting (sambung) menggunakan rootstock (batang bawah) singkong karet yang lebih tangguh.
• Data: Inovasi ini telah dipatenkan (IDS000004687) oleh tim peneliti Unila dan diuji coba di tiga lokasi strategis di Lampung: Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.
(Kitani.id): Tim peneliti dari Universitas Lampung yang dipimpin oleh Prof. Setyo Dwi Utomo bersama Prof. Yusnita dan Fitri Yelli, Ph.D., berhasil mengembangkan sistem produksi bibit ubi kayu bermutu tinggi.
Melalui Program Bantuan Prototipe 2025, mereka memperkenalkan cara perbanyakan bibit menggunakan teknologi grafting atau penyambungan dengan batang bawah singkong karet (Manihot glaziovii).
Selama ini, ketersediaan bibit ubi kayu sering kali menjadi kendala bagi petani karena laju perbanyakannya jauh lebih lambat dibandingkan tanaman pangan lain seperti padi atau kedelai.
Selain itu, stek batang ubi kayu biasa sangat rentan kering jika disimpan terlalu lama. Dengan inovasi kebun induk berbasis grafting ini, pohon induk dapat menghasilkan stek batang lebih sering, bahkan setiap dua minggu sekali meskipun sedang musim kemarau.
Siap Dukung Program Food Estate dan Perhutanan Sosial
Inovasi yang telah mengantongi Sertifikat Paten Sederhana sejak Mei 2022 ini tidak hanya dikembangkan di laboratorium. Pengujian lapangan skala terbatas telah dilakukan di lahan PT GGP Terbanggi Besar, Kebun Unila Natar, hingga lahan milik Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung di Pekalongan, Lampung Timur.
Hasil sementaranya sangat memuaskan, seperti terlihat pada akun YouTube FP Unila Official, kualitas stek hasil grafting tersebut terbukti setara dengan stek konvensional dalam hal pertumbuhan dan produktivitas hasil panen.
Model produksi bibit ini dirancang agar mudah diduplikasi di sentra-sentra produksi singkong, program pekarangan pangan, hingga mendukung area Food Estate. Pohon-pohon induk hasil inovasi ini bahkan bisa dikirim ke luar pulau untuk mendukung perluasan lahan ubi kayu secara nasional.
Saat ini, lokasi kebun induk telah tersebar di Natar (Lamsel), Pekalongan (Lamtim), hingga Pematang Panggang (Mesuji), siap menjadi jantung penyediaan bibit unggul bagi petani lokal.(*)








