Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim peneliti Fakultas Pertanian Unila kembangkan sistem kebun induk dengan teknologi grafting (sambung) menggunakan rootstock (batang bawah) singkong karet yang lebih tangguh.
(Foto: FP Unila)

Tim peneliti Fakultas Pertanian Unila kembangkan sistem kebun induk dengan teknologi grafting (sambung) menggunakan rootstock (batang bawah) singkong karet yang lebih tangguh. (Foto: FP Unila)

Inti Berita:

Masalah: Produksi bibit ubi kayu konvensional melalui stek batang cenderung lambat, sulit disimpan lama (mudah dehidrasi), dan sulit dipanen secara berkala terutama saat kemarau.

Solusi: Pengembangan sistem kebun induk dengan teknologi grafting (sambung) menggunakan rootstock (batang bawah) singkong karet yang lebih tangguh.

Data: Inovasi ini telah dipatenkan (IDS000004687) oleh tim peneliti Unila dan diuji coba di tiga lokasi strategis di Lampung: Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.

(Kitani.id): Tim peneliti dari Universitas Lampung yang dipimpin oleh Prof. Setyo Dwi Utomo bersama Prof. Yusnita dan Fitri Yelli, Ph.D., berhasil mengembangkan sistem produksi bibit ubi kayu bermutu tinggi.

Baca Juga  Strategi Itera Sulap Singkong Lampung Jadi Mocaf Bernilai Tinggi

Melalui Program Bantuan Prototipe 2025, mereka memperkenalkan cara perbanyakan bibit menggunakan teknologi grafting atau penyambungan dengan batang bawah singkong karet (Manihot glaziovii).

Selama ini, ketersediaan bibit ubi kayu sering kali menjadi kendala bagi petani karena laju perbanyakannya jauh lebih lambat dibandingkan tanaman pangan lain seperti padi atau kedelai.

Selain itu, stek batang ubi kayu biasa sangat rentan kering jika disimpan terlalu lama. Dengan inovasi kebun induk berbasis grafting ini, pohon induk dapat menghasilkan stek batang lebih sering, bahkan setiap dua minggu sekali meskipun sedang musim kemarau.

Baca Juga  Gubernur Mirza Apresiasi Restorasi Ekosistem Way Kambas

Siap Dukung Program Food Estate dan Perhutanan Sosial

Inovasi yang telah mengantongi Sertifikat Paten Sederhana sejak Mei 2022 ini tidak hanya dikembangkan di laboratorium. Pengujian lapangan skala terbatas telah dilakukan di lahan PT GGP Terbanggi Besar, Kebun Unila Natar, hingga lahan milik Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Lampung di Pekalongan, Lampung Timur.

Hasil sementaranya sangat memuaskan, seperti terlihat pada akun YouTube FP Unila Official, kualitas stek hasil grafting tersebut terbukti setara dengan stek konvensional dalam hal pertumbuhan dan produktivitas hasil panen.

Baca Juga  Mentan Amran Borong Teknologi Kampus untuk Petani

Model produksi bibit ini dirancang agar mudah diduplikasi di sentra-sentra produksi singkong, program pekarangan pangan, hingga mendukung area Food Estate. Pohon-pohon induk hasil inovasi ini bahkan bisa dikirim ke luar pulau untuk mendukung perluasan lahan ubi kayu secara nasional.

Saat ini, lokasi kebun induk telah tersebar di Natar (Lamsel), Pekalongan (Lamtim), hingga Pematang Panggang (Mesuji), siap menjadi jantung penyediaan bibit unggul bagi petani lokal.(*)

Berita Terkait

Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global
BRIN Siapkan Peneliti Muda untuk Inovasi di Sektor Pertanian dan Pangan
Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota
GeoAI Pertanian, Solusi Canggih Pantau Sawah dan Stok Pangan
Alat Pengering Hybrid Unila, Solusi Modern Pengeringan Hasil Tani
Mentan Amran Borong Teknologi Kampus untuk Petani
Panjat Kelapa tak Perlu Monyet Lagi, Kementan Jajaki Teknologi Modern
Inovasi EC+ Solusi Murah Olah Limbah Cair Sawit Jadi Air Bersih dan Pupuk

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:38 WIB

Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:23 WIB

BRIN Siapkan Peneliti Muda untuk Inovasi di Sektor Pertanian dan Pangan

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:37 WIB

Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota

Senin, 16 Maret 2026 - 22:52 WIB

Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul

Senin, 16 Maret 2026 - 14:04 WIB

GeoAI Pertanian, Solusi Canggih Pantau Sawah dan Stok Pangan

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB