Inti Berita:
• Masalah: Telur sangat rentan terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella spp. dan E. coli jika sanitasi kandang buruk.
• Solusi: Tim Auditor NKV melakukan audit dan surveilans ketat pada unit usaha unggas petelur untuk menjamin standar higiene.
• Data: Audit dilakukan di CV Berkat Karunia Protein, CV Amin Farm, dan CV Adijaya Farm sesuai Permentan Nomor 11 Tahun 2020.
(Kitani.id): Upaya menjamin kualitas protein hewani bagi masyarakat terus diperkuat oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Tim Auditor Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung turun langsung ke lapangan.
Tim menyasar sejumlah unit usaha budidaya unggas petelur di Kabupaten Lampung Timur. Kegiatan ini bertujuan memastikan proses produksi telur di tingkat peternak telah memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ketat.
Jaminan Keamanan Pangan bagi Masyarakat
Audit dilakukan di beberapa lokasi strategis, yakni CV Berkat Karunia Protein dan CV Amin Farm, serta surveilans di CV Adijaya Farm. Langkah pengawasan ini didampingi oleh Tim Teknis Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lampung Timur serta Pinsar Petelur Nasional (PPN).
Melalui pemeriksaan ini, pemerintah ingin memastikan telur yang beredar di pasar Lampung benar-benar aman dan layak konsumsi. Pengawasan ini menjadi perlindungan nyata bagi konsumen dari risiko bakteri yang merugikan kesehatan.
“Pilih telur ber-NKV karena lebih aman, higienis, dan terjamin mutunya,” tegas tim auditor di sela kegiatan. Penerapan standar NKV sangat penting untuk mencegah risiko penyakit bawaan makanan atau food borne disease.
Fokus perlindungan ini terutama ditujukan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, hingga lansia. Dengan adanya sertifikasi ini, kualitas telur dari peternak lokal Lampung Timur dipastikan tetap segar dan bebas dari kontaminasi mikroba berbahaya.
Dukung Status Gizi dengan Produk Sehat
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2020, setiap unit usaha produk hewan wajib memiliki NKV. Telur merupakan sumber protein yang sangat rentan terhadap serangan bakteri pembusuk jika penanganannya tidak tepat.
Oleh karena itu, audit rutin dilakukan untuk mendukung penyediaan protein hewani yang sehat bagi masyarakat. Hal ini juga menjadi upaya pemerintah dalam mengurangi potensi keracunan pangan di tengah meningkatnya konsumsi telur.
Melalui audit ini, para pelaku usaha di Lampung Timur didorong untuk terus meningkatkan kualitas manajemen kandangnya. Produk yang memiliki logo NKV memberikan kepercayaan lebih bagi pelanggan dan memperluas jangkauan pasar.
Keberhasilan unit usaha meraih sertifikat NKV membuktikan bahwa peternak Lampung mampu bersaing dalam menyediakan pangan berkualitas. Pemerintah berharap kesadaran akan pentingnya higiene ini terus tumbuh demi mewujudkan masyarakat Lampung yang sehat dan bergizi. (*)








