Alat Pengering Hybrid Unila, Solusi Modern Pengeringan Hasil Tani

Senin, 16 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alat Pengering Hybrid produksi Fakultas Pertanian Unila.(Foto: ist)

Alat Pengering Hybrid produksi Fakultas Pertanian Unila.(Foto: ist)

Inti Berita:

Masalah: Petani dan pelaku UMKM di Lampung masih bergantung pada penjemuran tradisional yang tidak menentu karena cuaca, sehingga proses pengeringan lama, tidak merata, dan kualitas produk menurun.

Solusi: Pengembangan alat pengering hybrid generasi lanjutan oleh tim peneliti Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang menggunakan sistem sirkulasi udara paksa dan energi matahari.

Data: Suhu pengeringan stabil pada kisaran 40 hingga 45 derajat Celcius, sehingga waktu pengeringan lebih singkat dan hasil lebih seragam.

(Kitani.id): Proses pengeringan merupakan bagian sangat penting dalam pengolahan hasil pertanian di wilayah kita. Namun, kenyataannya banyak petani dan pelaku UMKM masih mengandalkan penjemuran tradisional di lahan terbuka.

Baca Juga  Ubah Sekam Jadi Arang, Dirut Bulog Dorong Petani Raih Cuan Tambahan

Penjemuran seperti ini sangat bergantung pada cuaca, sehingga kualitas produk berisiko menurun jika tidak kering sempurna. Oleh karena itu, tim peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Lampung mengembangkan prototipe alat pengering hybrid generasi lanjutan.

Alat ini memanfaatkan energi matahari sebagai sumber utama untuk menghasilkan udara panas. Selanjutnya, udara panas tersebut dialirkan secara merata ke dalam ruang pengering menggunakan sistem sirkulasi udara paksa.

Baca Juga  Wagub Jihan Nurlela Dorong Integrasi Program Desaku Maju untuk Perkuat Ekonomi Desa

Menjaga Kualitas Produk Secara Otomatis

Kecanggihan alat ini, seperti dilansir FP Unila Official, terletak pada penggunaan sensor suhu dan kelembaban yang bekerja secara otomatis.

Dengan teknologi tersebut, proses pengeringan tetap stabil tanpa perlu pemantauan manual yang terus-menerus. Hal ini tentu sangat memudahkan para pelaku usaha tani dalam menjaga standarisasi produk mereka.

Baca Juga  Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota

Berdasarkan hasil pengujian, suhu di dalam ruang pengering mampu terjaga stabil pada angka 40 sampai 45 derajat Celcius. Waktu pengeringan menjadi lebih singkat dan hasil lebih seragam. Alat ini diharapkan menjadi solusi nyata untuk meningkatkan nilai jual produk UMKM dan mendukung ketahanan pangan di Indonesia.(*)

Berita Terkait

Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global
BRIN Siapkan Peneliti Muda untuk Inovasi di Sektor Pertanian dan Pangan
Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota
Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul
GeoAI Pertanian, Solusi Canggih Pantau Sawah dan Stok Pangan
Mentan Amran Borong Teknologi Kampus untuk Petani
Panjat Kelapa tak Perlu Monyet Lagi, Kementan Jajaki Teknologi Modern
Inovasi EC+ Solusi Murah Olah Limbah Cair Sawit Jadi Air Bersih dan Pupuk

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 13:38 WIB

Udara Bersih Tingkatkan Hasil Panen dan Tekan Risiko Kelaparan Global

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:23 WIB

BRIN Siapkan Peneliti Muda untuk Inovasi di Sektor Pertanian dan Pangan

Kamis, 19 Maret 2026 - 12:37 WIB

Aquaponik Modern, Solusi Pangan Hemat Lahan untuk Warga Kota

Senin, 16 Maret 2026 - 22:52 WIB

Inovasi Grafting Singkong Karet Unila, Solusi Cepat Perbanyak Bibit Ubi Kayu Unggul

Senin, 16 Maret 2026 - 14:04 WIB

GeoAI Pertanian, Solusi Canggih Pantau Sawah dan Stok Pangan

Berita Terbaru

Penguatan rantai pasok kakao melalui agregasi petani, perbaikan sistem pascapanen, dan integrasi logistik dari hulu ke hilir.

Perkebunan

Membenahi Rantai Pasok Kakao Nasional untuk Tekan Impor

Senin, 23 Mar 2026 - 20:04 WIB