Inti Berita
• Masalah: Kebutuhan akan peningkatan nilai tambah produk pertanian dan percepatan ekonomi desa agar tidak tertinggal.
• Solusi: Implementasi Program Desaku Maju, hilirisasi komoditas unggulan, serta pembangunan infrastruktur penunjang distribusi pangan.
• Data: Pemprov Lampung mengalokasikan bantuan Rp1,48 miliar untuk 148 desa di Pesawaran, serta puluhan miliar untuk mesin pengering (dryer) dan pupuk hayati.
(Kitani.id): Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya untuk membangun ekonomi mulai dari tingkat desa. Strategi utamanya adalah memperkuat sumber daya manusia (SDM) dan mempercepat hilirisasi komoditas pertanian unggulan.
Menurut Gubernur Mirza, Pesawaran memiliki potensi besar yang bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Namun, kekayaan alam ini harus didukung oleh tenaga kerja yang terampil agar bisa memberikan nilai tambah bagi daerah.
Peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan kerja menjadi prioritas agar petani lokal mampu berinovasi dalam mengelola hasil buminya.
“Pesawaran memiliki potensi yang sangat besar. Namun potensi tersebut hanya bisa berkembang jika didukung oleh SDM yang kreatif, terampil, sehat, dan produktif sehingga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah,” ujar Rahmat Mirzani Djausal pada pembukaan Musrenbang 2026 di Gedung Serba Guna Pemkab Pesawaran, Jumat (13 Maret 2026).
Desaku Maju, Desa Jadi Pemasok Pangan Utama
Pemerintah Provinsi Lampung kini tengah menggencarkan Program Desaku Maju. Program ini dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang terintegrasi, termasuk memanfaatkan peluang program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui sinergi ini, desa-desa di Pesawaran diharapkan menjadi pemasok utama bahan baku pangan secara langsung.
Pemerintah Provinsi nantinya memfasilitasi kerja sama antara dapur MBG dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Strategi ini diharapkan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pedesaan. Potensi produksi pangan lokal akan terserap secara maksimal, sehingga kesejahteraan petani dan pelaku usaha kecil di desa bisa meningkat secara signifikan.
“Kami berharap pelaksanaan program MBG memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat desa melalui pemanfaatan potensi produksi pangan lokal,” kata Mirza.
Dukungan Pupuk dan Infrastruktur Pertanian
Untuk mendukung produktivitas petani, Pemprov Lampung telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar pada tahun 2026. Di antaranya adalah penyediaan pupuk hayati cair senilai Rp11,6 miliar untuk 1.500 lokasi. Selain itu, ada pengadaan 82 unit mesin pengering (dryer) senilai Rp27,36 miliar guna membantu petani menjaga kualitas hasil panennya tetap stabil.
Bagi pembangunan fisik di Pesawaran, anggaran miliaran rupiah juga digelontorkan untuk perbaikan jalan dan jembatan. Rekonstruksi ruas jalan Branti–Gedong Tataan hingga pelebaran ruas Lempasing–Padang Cermin menjadi fokus utama.
Infrastruktur yang mantap dipercaya akan memperlancar distribusi hasil tani, menurunkan biaya logistik, serta menjaga stabilitas harga di pasar.
“Dukungan penguatan koperasi dan BUMDes terus kita dorong agar menjadi motor penggerak ekonomi desa,” tambah Mirza. (*)








