Inti Berita:
• Masalah: Masyarakat kategori desil 1 dan 2 di daerah 3T sering mengalami kesulitan akses terhadap layanan pendidikan dan peluang ekonomi.
• Solusi: Disnaker Lampung menggelar pelatihan vokasi secara masif melalui Program Desaku Maju untuk memberikan keahlian terapan bagi warga.
• Data: Sebanyak 928 warga dari 15 kabupaten/kota telah mendapatkan pelatihan yang terbagi dalam 58 kluster kejuruan selama tahun 2025.
(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui penguatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan mendorong partisipasi masyarakat dalam Program Desaku Maju yang digagas oleh Gubernur Lampung.
Hingga tahun 2025, tercatat sebanyak 928 warga desa telah mengikuti pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi mereka. Program ini difokuskan bagi masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di seluruh wilayah Lampung.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu, menjelaskan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah kelompok masyarakat miskin. Mereka yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2 menjadi prioritas karena keterbatasan akses ekonomi selama ini.
Fokus Pelatihan Vokasi untuk Kelompok Desil 1 dan 2
Agus menekankan bahwa Program Desaku Maju hadir untuk memberikan bekal keahlian terapan bagi masyarakat yang sulit menjangkau pendidikan formal. Dengan keterampilan tersebut, warga diharapkan bisa lebih mandiri dalam mencari kerja ataupun membuka usaha sendiri.
“Kami sudah melatih 928 orang ini dalam 58 kluster kejuruan sesuai dengan minat serta potensi mereka masing-masing,” ujar Agus Nompitu, Rabu (4/2/2026).
Para peserta pelatihan tersebar di 15 kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Lampung. Agus berharap peningkatan kualitas SDM ini mampu membuat desa semakin berkembang dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya secara berkelanjutan.(*)








