Inti Berita:
• Masalah: Kantong kemiskinan di Lampung masih terpusat di wilayah perdesaan.
• Solusi: Sinkronisasi program nasional (makan bergizi, rumah layak) dan hilirisasi pertanian skala kecil di desa.
• Data: Pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,28% dengan angka kemiskinan di level 9,66%.
(Kitani.id): Pemerintah Provinsi Lampung kini mulai merancang arah pembangunan untuk tahun 2027. Agenda utama pembangunan tersebut adalah fokus pada pengentasan kemiskinan desa. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menjelaskan hal ini dalam forum konsultasi publik. Dia menyampaikan bahwa dokumen perencanaan pembangunan tahunan kini tengah disusun. Proses ini dilakukan melalui rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
“Pemerintah memberikan catatan khusus pada kantong kemiskinan yang masih terpusat di wilayah perdesaan,” ujar Marindo dalam keterangannya di Bandarlampung, Kamis (26 Februari 2026).
Sinergi Program Nasional dan Daerah
Pemerintah pusat dan daerah perlu bekerja sama dengan sangat erat. Oleh karena itu, Lampung akan menyelaraskan program daerah dengan prioritas nasional. Beberapa program unggulan mencakup penyediaan makan bergizi gratis bagi masyarakat.
Selain itu, terdapat rencana pembangunan tiga juta rumah secara nasional. Program pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi bagian dari upaya kesejahteraan ini. Sinergitas tersebut diharapkan mampu mempercepat target pencapaian visi Bersama Lampung Maju.
Marindo Kurniawan menegaskan pentingnya kolaborasi hingga ke tingkat desa. “Sinergitas pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk mendukung program prioritas nasional,” kata Marindo.
Penguatan Hilirisasi Pertanian di Desa
Terdapat enam poin utama yang menjadi perhatian serius dalam pembangunan 2027. Salah satunya adalah upaya meningkatkan pendapatan masyarakat di seluruh wilayah Lampung. Pemerintah ingin menurunkan kesenjangan atau disparitas pendapatan yang selama ini terjadi.
Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan akan didorong melalui sektor pertanian. Kualitas tata kelola dan tata niaga produksi pertanian akan terus ditingkatkan. Hal ini bertujuan untuk menambah peluang usaha bagi para petani lokal.
Fokus lainnya adalah mendorong hilirisasi produk pertanian langsung dari desa. Meskipun dalam skala kecil, hilirisasi ini memberikan nilai tambah yang besar. Langkah ini diharapkan mampu menjawab tantangan kemiskinan di wilayah perdesaan Lampung.(*)








